Edward si Pengaku[1] (Bahasa Inggeris: Edward the Confessor, bahasa Inggris kuno: Ēadƿeard se Andettere, bahasa Latin: Eduardus Confessor; sekitar tahun 1003 dan 1005 M hingga 4 atau 5 Januari 1066 M) ialah seorang daripada raja England berketurunan Anglo-Saxonn; baginda keputeraan Æthelred yang Tak Bersedia dan Emma dari Normandy. Baginda biasanya dianggap sebagai raja terakhir Kerabat Wessex, yang memerintah dari tahun 1042 hingga 1066 M.[2]

Edward si Pengaku menaiki takhta, gambar pembukaan daripada Dewangga Bayeux.

Edward dianggap berperan penting dalam proses disintegrasi kekuasaan kerajaan di England dan naiknya tahta dari Wangsa Godwin. Penulis biografinya, Frank Barlow dan Peter Rex mengemukakan bahawa dia adalah seorang raja yang sukses, energik, cerdas dan terkadang juga kejam namun reputasi ini ternoda oleh penaklukan Normandie tak lama setelah kematiannya.[3][4] Sejarawan lain menganggap bahawa teori ini tidak sepenuhnya benar, karena hal tersebut terjadi di luar masa pemerintahannya.[5]

Mendiang baginda dikanunkan sebagai seorang santo oleh Paus Alexander III tahun 1161. Baginda pernah menjadi santo penaung utama England baik dalam aliran Gereja Katolik mahupun Anglikan sehingga kedudukan itu diambil alih dengan pemilihan Santo George oleh Raja Edward III pada sekitar tahun 1350.[6]

KeputeraanSunting

Pendahulu Edward adalah Cnut yang Agung, putera Harthacnut yang berhasil memulihkan kekuasaan Wangsa Wessex setelah masa pemerintahan Denmark saat Cnut menaklukkan Inggris pada tahun 1016.

KemangkatanSunting

Ketika Edward meninggal pada tahun 1066, ia digantikan oleh Harold Godwinson, yang dikalahkan dan dibunuh pada tahun yang sama oleh Normandia di bawah pimpinan William sang Penakluk dalam Pertempuran Hastings.[7]

RujukanSunting

  1. ^ The numbering of English monarchs starts anew after the Norman conquest, which explains why the regnal numbers assigned to English kings named Edward begin with the later Edward I of England and do not include Edward the Confessor (who was the third King Edward).
  2. ^ His successor Harold Godwinson was of the House of Godwin. Edgar the Aetheling was proclaimed king after the Battle of Hastings in 1066, but never ruled and was deposed after about eight weeks.
  3. ^ Frank Barlow, Edward the Confessor, Oxford Online Dictionary of National Biography, 2004
  4. ^ Peter Rex, King and Saint: The Life of Edward the Confessor, The History Press, 2008, p. 224.
  5. ^ Mortimer, Edward the Confessor, p. 29.
  6. ^ Henry Summerson, Saint George, Oxford Online Dictionary of National Biography, 2004
  7. ^ Baxter, pp. 103–114

Jika anda melihat rencana yang menggunakan templat {{tunas}} ini, gantikanlah ia dengan templat tunas yang lebih spesifik.