Iyeth Bustami (lahir dengan nama Sri Barat, lahir di Bengkalis, 24 Ogos 1974; umur 45 tahun) adalah seorang penyanyi melayu dan dangdut berkebangsaan Indonesia. Salah satu artis yang bercakap menggunakan logat Melayu asli Riau dan salah satu artis yang mempunyai ciri khas dalam berhijab.

Iyeth Bustami
Nama lahirSri Barat
Kelahiran (1974-08-24) 24 Ogos 1974 (umurĀ 45)
Bengkalis, Riau Indonesia
PekerjaanPenyanyi, Penulis Lagu, Guru Vokal
Tahun aktif1990-kini
Kerjaya muzik
Genre
InstrumenVokal
Syarikat rakaman
IB Music
JK Records
Sandi Record
Maheswara Musik
MGM Records
Maksi Music
Elta Record
HP Records
Musica Studio's
Pengkarya berkait
Erie Suzan

Kehidupan peribadiSunting

Iyeth menikah dengan Eka Sapta pada tahun 2003 secara rahsia (tanpa mengatahuan media) dan membuat resepsi Pernikahan pada 6 April 2004 di Denpasar, Bali. Dalam waktu yang sama, beliau mengumumkan berita Perkahwinan secawa publik. Ada beberapa sebab beliau menyembunyikan perkahwinan beliau kerana pada waktu itu beliau banyak difitnah dan menghujat dirinya.

Iyeth Bustami kini telah dikaruniai tiga orang anak perempuan. Zaviena Bintang Nugraha, Maula Lovieka Nugraha & Kayra Safwa Nugraha.

Perjalanan karierSunting

Iyeth pernah menjadi Penyanyi Wanita Terbaik Versi Anugerah Dangdut TPI 2003.[butuh rujukan] Ia telah lama mendedikasikan dirinya di dunia musik. Di Riau, ia telah terkenal dengan suara khas cengkok melayu yang dimilikinya.[butuh rujukan]

Semenjak daripada SMA, Iyeth pindah ke Jakarta, dan melanjutkan perjalanan di dunia musik dengan mulai bekerja dibawah Label JK Records dan menerbitkan album Pop Melayu '40-'60 pada tahun 1990. Pada 1994 , Iyeth meneberbitkan Album Cik Minah Sayang dan pada tahun 1995 , Iyeth mengeluarkan Album Pop Minang '95 (Album Hati Nan Seso) , Rumah Cinta 1995 dan Krisis Cinta pada tahun 1998 . Seterusnya Iyeth juga bekerjasama dengan Maheswara Musik Records dengan memproduksi Album Cinta Hanya Sekali pada 1999 .

Nama Iyeth semakin terkenal sejak menyanyikan lagu Laksmana Raja di Laut pada tahun 2003, di album Zapin-Dut: Laksmana Raja di Laut. Lagu ini juga melejitkan nama Tia AFI setelah ia membawakannya dalam salah satu konser eliminasi Akademi Fantasi Indosiar II pada tahun yang sama. .[1]

Tahun 2020, Genap 30 Tahun Iyeth Bustami dalam Industri Musik Indonesia. Bermula daripada Musik Melayu, Musik Pop dan hinggalah ke Musik Dangdut.

Konser Penghargaan IndosiarSunting

  • (2017) Konser Suara Emas Iyeth Bustami
  • (2018) Konser Luar Biasa Iyeth Bustami Queen Of Melayu

Pemilihan umum legislatif 2014Sunting

Iyeth menjadi calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat pusat dari Partai Kebangkitan Bangsa daerah pemilihan Riau I: Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Rokan Hilir.

KontroversiSunting

Meskipun lagu Laksmana Raja Di Laut adalah lagu yang paling berjasa mempopularkan namanya, namun ternyata lagu ini juga menimbulkan kontroversi berkepanjangan antara Iyeth dengan pemuzik Riau yang mendakwa sebagai pencipta lagu tersebut, Nurham Yahya, pada tahun 2005. Pada sampul album, nama pencipta lagu hanya tertulis sebagai NN; dengan kata lain tidak mencantumkan nama Nurham Yahya. Iyeth berdalih bahwa hal itu dikarenakan lagu tersebut adalah milik masyarakat Melayu. Awalnya Iyeth dikabarkan meminjam contoh rakaman lagu Laksmana Raja di Laut dari seorang teman seniman yang juga asal Bengkalis, namun Iyeth kemudian merekam lagu itu dan akhirnya meledak di pasaran.

Perselisihan tersebut berujung ke pengadilan. Iyeth menggugat Nurham Yahya yang mengaku pencipta lagu Laksmana Raja Di Laut,[butuh rujukan] lalu pengadilan memutuskan bahwa lagu tersebut mirip dengan lagu Nostalgia Aidil Fitri yang diciptakan oleh Pak Ngah (seniman Malaysia)

DiskografiSunting

Album studioSunting

  • Pop Melayu '40-'60 (1990)
  • Rumah Cinta (1995)
  • Cik Minah Sayang (1994)
  • Pop Minang '95 / Hati Nan Seso (1995)
  • Cinta Hanya Sekali (1999)
  • Zapin-Dut: Laksmana Raja Di Laut (2003)

Album kompilasiSunting

  • Best of The Best Iyeth Bustami (2012)
  • Best of Iyeth Bustami (2016)

SingleSunting

  • "Mana" (2005)
  • "Danau Raja" (2007)
  • "Sudahlah" (2011)
  • "Sabda Cinta" (2011)
  • "Purnama Ketujuh" (2012)
  • "Suamiku" (2016)
  • "Kembali" (2017)
  • "Selamanya" (2018)
  • "Kanvas Kehidupan" (2018)
  • "Tangisan Semesta" (2019)

Acara TVSunting

RujukanSunting