Perbezaan antara semakan "Bogor"

4 bait dibuang ,  10 tahun lalu
(+imej)
(→‎Sejarah: typo)
Diantara prasasti-prasasti yang ditemukan di Bogor tentang kerajaan-kerajaan yang silam, salah satu prasasti tahun [[1533]], menceritakan kekuasaan Raja Prabu Surawasesa dari [[Kerajaan Pajajaran]], salah satu kerajaan yang paling berpengaruh di pulau Jawa. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib, keramat dan dilestarikan hingga sekarang.
 
Pada tahun [[1744]], [[GabernorGabenor JenderalJeneral]] [[Gustaaf Willem baron van Imhoff]] terpesona akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan [[Pajajaran]] yang terletak di hulu [[Batavia]]. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi GubernurGabenor JenderalJeneral.
 
Setahun kemudian, pada tahun [[1745]], Van Imhoff menggabungkan 9 dearah ([[Cisarua, Bogor|Cisarua]], Pondok Gede, [[Ciawi, Bogor|Ciawi]], [[Ciomas, Bogor|Ciomas]], [[Cijeruk, Bogor|Cijeruk]], Sindang Barang, Balubur, [[Dramaga, Bogor|Dramaga]] dan Kampung Baru) ke dalam satu pemerintahan yang disebut ''Regentschap Kampung Baru Buitenzorg''. Di kawasan itu Van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana Gabenor Jeneral. Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah [[Puncak]], Telaga Warna, [[Megamendung, Bogor|Megamendung]], Ciliwung, Muara Cihideung, Puncak Gunung Salak, dan Puncak Gunung Gede.
2,276

suntingan