Perbezaan antara semakan "Surau"

45 bait ditambah ,  9 tahun lalu
tiada ringkasan suntingan
[[Imej:YosriBeduk.jpg|thumb|left|300px|Beduk yang dahulunya digunakan bagi memberitahu masuknya waktu solat.]]
 
<b>Visi Misi Surau Nusantara</b>
 
Berangkat dari realita yang ada bahwa peradaban umat (umumnya) dan madaniah Islam (khususnya) berlangsung sedemikian pesat di berbagai belahan dunia.
"Kamu (diharapkan menjadi) saksi atas dirimu sendiri dan saksi atas sekalian manusia."
 
<b>Koeksistensi</b>
 
Demi menjaga netralitas keilmuan, obyektifitas dan independensi, Surau dalam masalah-masalah tertentu terutama menyangkut interpretasi, berusaha tetap berada di zona netral, bukan hitam dan tidak pula putih.
Poligami itu hakikatnya abu-abu dan selamanya akan tetap kelabu. Karena itu, menurut Surau, biarkanlah ia begitu apa adanya.
 
<b>Perspektif</b>
 
Surau percaya dengan pendapat ulama ahlus zikri seperti Agus Salim bahwa pengenalan pada khazanah (ilmu-ilmu duniawi) akan lebih menyempurnakan pemahaman akan pesan-pesan Al Quran.
Hamka berpendapat bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang dalam irama perubahan sehingga kebenaran sebuah ilmu berlaku pada zamannya dan tingkat pemahaman pengikutnya.
 
<b>Terminologi</b>
 
Surau adalah sebutan lain untuk mushala, langgar atau masjid kecil.
 
Surau menerima pendapat di atas dengan predikat fair karena hanya ekonom yang sekaligus ulama (seperti Bung Hatta) yang mampu menjelaskan asas manfaat mudharat suatu usaha, bukan kiyai alone atau ekonom saja.
 
Karena pada prinsipnya, Islam mengajarkan banyak memberi dan menyayangi. Karena itu, Allah mengalihkan transaksi atas orang lemah langsung kepada diriNya. Karena bagaimanapun, perniagaan adalah hal yang tak bisa dihindarkan.
 
Pengguna awanama