Perbezaan antara semakan "Aceh Utara"

7 bait ditambah ,  1 tahun lalu
tiada ringkasan suntingan
Teg-teg: Suntingan mudah alih Suntingan web mudah alih
{{BM}}
{{dati2
|nama=Kabupaten Aceh Utara|propinsi=[[Aceh]]|ibukota=[[Lhoksukon, Aceh Utara|Lhoksukon]]
Pada 1970-an, ladang gas dan minyak ditemui di [[Lhokseumawe]], [[ibu kota]] Aceh Utara. Kemudian, Aceh pun mulai didatangi para pelabur luar negeri yang tertarik pada sumber daya alamnya yang hebat. Sejak itu, [[gas asli cecair]] atau ''Liquefied Natural Gas (LNG)'' yang diolah di kilang [[Arun Natural Gas Liquefaction|PT. Arun Natural Gas Liquefaction]] (NGL) Co, yang berasal dari instalasi [[ExxonMobil Oil Indonesia|PT. ExxonMobil Oil Indonesia]] (EMOI) di zona industri Lhokseumawe, telah menjadikan wilayah ini menjadi kawasan industri [[petrokimia]] moden.
 
Kegiatan ekonomi Kabupaten Aceh Utara didominasi oleh dua sektor yaituiaitu sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan. Pada sektor pertambangan, sumur-sumur gas yang diolah PT. EMOI tentu menjadi salah satu faktor keunggulan sektor ini. Dengan kontribusi Rp 8.6 trilion pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2000, ia menempati peringkat pertama dengan disusul oleh sektor industri sebesar Rp 4.7 trilion.
 
Pada bidang agama, penduduk Aceh Utara adalah penduduk yang beragama [[Islam]] yang taat beragama. Pada tahun 1994, terdapat 782 orang yang berangkat menunaikan [[haji]].