Perbezaan antara semakan "Bogor"

212 bait dibuang ,  12 tahun lalu
{{BM}}
== Sejarah ==
 
[[Berkas:Monumen Kujang Bogor.jpg|thumb|250px|Monumen Kujang, Bogor. Puncak monumen melambangkan senjata tradisional Bogor "Sang Kujang"]]
Bogor ditilikditelitikan dari sejarahnya adalah tempat berdirinya kerajaan pertama yang dikenal di Indonesia - Kerajaan Hindu Tarumanegara di abad ke-5. Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim ditempat yang sama dikarenakankerana daerah pegunungannya yang secara alamiahmeninggi membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan disaatpada saat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah pada sentra-sentra perdagangan saat itu.
 
Diantara prasasti-prasasti yang ditemukan di Bogor tentang kerajaan-kerajaan yang silam, salah satu prasasti tahun [[1533]], menceritakan kekuasaan Raja Prabu Surawasesa dari [[Kerajaan Pajajaran]], salah satu kerajaan yang paling berpengaruh di pulau Jawa. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib, keramat dan dilestarikan hingga sekarang.
 
Pada tahun [[1744]], [[GubernurGabernor Jenderal]] [[Gustaaf Willem baron van Imhoff]] terkesimaterpesona akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan [[Pajajaran]] yang terletak di hulu [[Batavia]]. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.
 
Setahun kemudian, pada tahun [[1745]], Van Imhoff menggabungkan 9 distrikdearah ([[Cisarua, Bogor|Cisarua]], Pondok Gede, [[Ciawi, Bogor|Ciawi]], [[Ciomas, Bogor|Ciomas]], [[Cijeruk, Bogor|Cijeruk]], Sindang Barang, Balubur, [[Dramaga, Bogor|Dramaga]] dan Kampung Baru) ke dalam satu pemerintahan yang disebut ''Regentschap Kampung Baru Buitenzorg''. Di kawasan itu Van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana GubernurGabenor JenderalJeneral. Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah [[Puncak]], Telaga Warna, [[Megamendung, Bogor|Megamendung]], Ciliwung, Muara Cihideung, Puncak Gunung Salak, dan Puncak Gunung Gede.
 
Sebagai stasiunstesen yang berlokasi dibukit yang penting pada masa penjajahan Belanda, kota Bogor pada abad ini berkembang sebagai daerah yang terdiri dari Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Pusat pusat perekonomian pun mulai bermunculan di sekitarnya. Nama Bogor diambil dari salah satu spesies palem. Dari kota ini dapat terlihat Gunung Salak, Gunung Pangrango dan Gunung Gede.
 
[[Kategori:Indonesia]]
538

suntingan