Perbezaan antara semakan "Aceh Utara"

151 bait ditambah ,  7 bulan lalu
k
(Bahasa Aceh: Acèh Barôh, Jawi: اچيه باروﺡ)
Teg-teg: Suntingan mudah alih Suntingan web mudah alih
k ((Bahasa Aceh: Acèh Barôh, Jawi: اچيه باروﺡ))
 
{{dati2
|nama=Kabupaten Aceh Utara|propinsi=[[Aceh]]|ibukota=[[Lhoksukon, Aceh Utara|Lhoksukon]]
|luas=3,477.92 km²|penduduk=525605.785423|kepadatan=152
|kecamatan=27|kelurahan=1160|kodearea=0645|motto=-Hudep Saree, Matee Syahid
|lambang=[[Fail:TiadaLambang_kab_acehutara.png|100px]]|peta=[[Fail:Lokasi Aceh Kabupaten Aceh Utara.svg|220px]]
|koordinat= {{coord|5.00|96.75|region:ID_type:city}}|dau=Rp. 245847.55 juta191.268.000 (20012018)|dasar hukum=-Kepres No. 6 tahun 1959<br>UU No 11 Tahun 2006|tanggal=-6 Juni 1969|apbd=&nbsp;Rp.2.339.452.690.669 (2018)
|kepala daerah=[[Bupati]]|nama kepala daerah=TgkMuhammad Ilyas A HamidThaib
|web=[http://www.acehutara.go.id www.acehutara.go.id]
}}
'''Aceh Utara''' ([[Bahasa Aceh]]: ''Acèh Barôh'', [[Jawi]]: اچيه باروﺡ) adalah sebuah [[kabupaten]] yang terletak di wilayah [[Aceh]], [[Indonesia]].
 
Ibu kota kabupaten ini dipindahkan dari [[Lhokseumawe]] ke [[Lhoksukon, Aceh Utara|Lhoksukon]], menjadikan Lhokseumawe sebagai kota autonomi.
Dalam sektor pertanian, daerah ini mempunyai reputasi sendiri sebagai penghasil [[beras]] yang sangat penting. Maka secara keseluruhan Kabupaten Aceh Utara merupakan daerah Tingkat II yang paling berpotensi di provinsi dan pendapatan per kapita di atas paras Rp 1.4 juta tanpa migas atau Rp 6 juta dengan migas.
 
Pada 1970-an, ladang gas dan minyak ditemui di [[Lhokseumawe]], [[ibu kota]] Aceh Utara. Kemudian, Aceh pun mulai didatangi para pelabur luar negeri yang tertarik pada sumber daya alamnya yang hebat. Sejak itu, [[gas asli cecair]] atau ''Liquefied Natural Gas (LNG)'' yang diolah di kilang [[Arun Natural Gas Liquefaction|PT. Arun Natural Gas Liquefaction]] (NGL) Co, yang berasal dari instalasi [[ExxonMobil Oil Indonesia|PT. ExxonMobil Oil Indonesia]] (EMOI) di zona industri Lhokseumawe, telah menjadikan wilayah ini menjadi kawasan industri [[petrokimia]] moden.
 
Kegiatan ekonomi Kabupaten Aceh Utara didominasi oleh dua sektor iaitu sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan. Pada sektor pertambangan, sumur-sumur gas yang diolah PT. EMOI tentu menjadi salah satu faktor keunggulan sektor ini. Dengan kontribusi Rp 8.6 trilion pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2000, ia menempati peringkat pertama dengan disusul oleh sektor industri sebesar Rp 4.7 trilion.
68

suntingan