Perbezaan antara semakan "Pangeran"

5 bait dibuang ,  1 tahun lalu
tiada ringkasan suntingan
(Pengembangan besar hasil pengembalian dan penyejagatan kandungan bahasa Melayu Indonesia)
'''Pangeran''' ialah gelaran untuk [[putera]] raja atau penguasa kepada kerajaan yang lebih kecil daripada [[kesultanan]], misalnya Pangeran Landak ialah gelaran untuk [[raja]] [[Kerajaan Landak]], [[Kabupaten Landak]], [[Kalimantan Barat]], sejajar dengan sebutan penguasa [[Pakualaman]] dan [[Mangkunegaran]].
 
Ungkapan ini berasal dari kata akar [[bahasa Jawa Kuno]] ''nghér'' yang bermakna "melindungi", maka ''pangeran'' boleh difahamkan bererti "pelindung". Hal ini berasal dari keyakinan Dewanata bahwa para bangsawan adalah titisan [[Tuhan]] Yang Maha Melindungi yang turun ke [[Bumi]].
 
== Kelaziman penggelaran ==
 
=== Yogyakarta ===
Dalam penggunaan rasminya di [[Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat|Kesultanan Yogyakarta]], gelar untuk anak lelaki dengan permaisuri adalah ''Gusti Bendara Pangeran Harya'' (GBPH), sedangkan untuk anak laki-lakilelaki dengan istriisteri-selir bergelar ''Bendara Pangeran Harya'' (BPH). Menantu lelaki sultan juga mendapat gelar pangeran, seperti suami [[GKR Mangkubumi]] yang bergelar [[Wironegoro|''Kanjeng Pangeran Harya'']]. Sedangkan di [[Kasunanan Surakarta]], gelar untuk anak laki-lakilelaki sunan dengan permaisuri adalah ''Kanjeng Gusti Pangeran Harya'' (KGPH), sedangkan anak laki-lakilelaki dari istriisteri-selir bergelar ''Bendara Kanjeng Pangeran'' (BKP). GelarGelaran ini diberikan saat sudahapabila dewasa.
 
=== Melayu ===
 
* ''Pengiran Muda Mahkota'': Putera mahkota, pewaris takhta
* ''Pengiran Muda'': anak laki-lakilelaki sultan selain putraputera mahkota. Isteri ''pengiran muda'' bergelar ''pengiran anak isteri''.
* ''Pengiran Anak Puteri'': anak perempuan sultan
* ''Pengiran Anak'': cucu sultan
51,495

suntingan