Perbezaan antara semakan "Keluarga"

454 bait ditambah ,  5 bulan lalu
tiada ringkasan suntingan
(Pemasukan templat)
{{MABBIM}}
{{Multiple image
|image1=Nuclearfamily.jpg
|direction=vertical}}
{{Hubungan rapat}}
'''Keluarga''' ([kĕ.luar.ga], ([[Tulisan {{Jawi]]: |کلوارݢ,}} kognatserapan kata gabung [[bahasa Jawa]]:Sanskrit dari {{lang|sa|कुल}} ''kulawargakula'' "suku" + {{lang|sa|वर्ग}} ''varga'' "kelompok"<ref name="KosakataSanskerta">{{cite book|title=A Sanskrit-English Dictionary|last1=Monier-Williams|first1=Monier|publisher=Motilal Banarsidass|year=1981|isbn=|place=Delhi, Varanasi, Patna|pages=294, 923}} - melalui {{Cite book|title=Kosakata Bahasa Sanskerta dalam Bahasa Melayu Masa Kini|last=Edi Sedyawati dkk.|first=|publisher=Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia|year=1994|isbn=|location=Jakarta, Indonesia|pages=94}}</ref>) ialah satu kumpulan [[manusia]] yang dihubungkan melalui [[perhubungan sedarah|pertalian darah]], [[perkahwinan]] atau [[anak angkat|penjagaan]] di mana para anggotanya tinggal didalam suatu tempat di bawah suatu atap[[rumah]] dalam keadaan saling bergantungan.<ref>[http://www.poltekkes-malang.ac.id/DATA%20JPEG/ANAK%20DLM%20KELUARGA.pdf Sugeng Iwan, “Pengasuhan Anak dalam Keluarga”]</ref>
 
Ia merupakan unit terkecil dalam sesebuah [[masyarakat]] yang asasnya terdiri daripada [[orang tua]] dan [[Kanak-kanak|anak]]; orang tua tersebut ada baik secara berpasangan (sebagai [[suami]] [[isteri]]) ataupun tunggal - sama ada kerana kematian pasangan (duda atau janda) mahupun perceraian dengan pasangan tersebut.
 
== Takrifan ==
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karenakerana hubungan [[darah]], hubungan perkawinanperkahwinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu [[kebudayaan]].<ref>Baron, R. A dan Donn Byrne. 2003. Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga</ref>
 
Di Barat, keluarga didefinisikan sebagai satu kumpulan manusia yang mempunyai hubungan darah atau pertalian sah seperti perkahwinan dan pengambilan anak angkat. Banyak ahli antropologi berpendapat istilah "darah" perlu difahami secara metaforik kerana banyak masyarakat bukan Barat mempunyai konsep berkeluarga yang tidak bersandarkan "darah".
== Silang budaya keluarga ==
 
Berdasarkan antropologi dan sosiologi, fungsi utama sesebuah keluarga ialah untuk menambah bilangan anggota masyarakat sama ada dengan cara biologi atau sosial (iaitu perkahwinan). Oleh itu, seseorang akan merasai perubahan perasaan berkeluarga misalnya bagi anak anak, keluarga bersifat '''orientasi''', iaitu: keluarga bertanggungjawab untuk meletak mereka kepada masyarakat melalui pendidikan dan sebagainya. Manakala bagi ibu bapa, keluarga bersifat '''prokreasi''' yang mana matlamat utama ialah menghasilkan, membudayakan dan mensosialkan zuriat. Walau bagaimanapun menghasilkan zuriat bukanlah tujuan utama sesebuah keluarga. Dalam masyarakat yang mempunyai pembahagian dalam pekerjaan, kehendak berkeluarga, dan hasil hubungan antara suami dan isteri, pembentukan isi rumah yang produktif dan ekonomi adalah amat penting.
 
== Jenis ==
 
=== Keluarga inti ===
Keluarga inti atau disebut juga dengan keluarga batih ialah yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga inti merupakan bagiansebahagian dari lembaga sosial yang ada pada masyarakat. Bagi masyarakat primitif yang mata pencahariaannya adalah berburu dan bertani, keluarga sudah merupakan struktur yang cukup memadai untuk menangani produksi dan konsumsi. Keluarga merupakan lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga lainnya berkembang karenakerana kebudayaan yang makin kompleks menjadikan lembaga-lembaga itu penting.<ref name="Horton">Paul B. Horton. 1987.''Sosiologi''. Jakarta:Erlangga. Hal 266</ref>
 
== Peranan ==
 
== Bentuk keluarga ==
Ada dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil, iaitu: berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola kekuasaan.<ref>Fr Tderique Holdert dan Gerrit Antonides, “Family Type Effects on Household Members Decision Making”, ''Advances in Consumer Research Volume 24'' (1997), eds. Merrie Brucks and Deborah J. MacInnis, Provo, UT: Association for Consumer Research, Pages: 48-54</ref>
 
=== Berdasarkan lokasi ===
 
* ''Adat utrolokal'', iaitu: adat yang memberi kebebasan kepada sepasang suami isteri untuk memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar kediaman kaum kerabat suami ataupun di sekitar kediamanan kaum kerabat isteri;
* ''Adat virilokal'', iaitu: adat yang menentukan bahwabahawa sepasang suami isteri diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami;
* ''Adat uxurilokal'', iaitu: adat yang menentukan bahwabahawa sepasang suami isteri harus tinggal di sekitar kediaman kaum kerabat isteri;
* ''Adat bilokal'', iaitu: adat yang menentukan bahwabahawa sepasang suami isteri dapat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kaum kerabat isteri pada masa tertentu pula (bergantian);
* ''Adat neolokal'', iaitu: adat yang menentukan bahwabahawa sepasang suami isteri dapat menempati tempat yang baru, dalam arti kata tidak berkelompok bersama kaum kerabat suami maupunmahupun isteri;
* ''Adat avunkulokal'', iaitu: adat yang mengharuskan sepasang suami isteri untuk menetap di sekitar tempat kediaman saudara lelaki ibu (avunculus) dari pihak suami;
* ''Adat natalokal'', iaitu: adat yang menentukan bahwabahawa suami dan isteri masing-masing hidup terpisah, dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kaum kerabatnya sendiri .
 
=== Berdasarkan pola kuasa ===
 
* ''Patriarkal'', yakni kuasa di dalam keluarga dimiliki oleh lelaki (lelaki tertua, umumnya ayah)
* ''Matriarkal'', yakni kuasa di dalam keluarga dimiliki oleh perempuan (perempuan tertua, umumnya ibu)
* ''Equalitarian'', yakni suami dan isteri membahagi kuasa secara seimbang.
 
== Subsistem sosial ==
Terdapat tiga jenis subsistem dalam keluarga, yakni subsistem suami-isteri, subsistem orang tua-anak, dan subsitem sibling (kakak-adik).:<ref name="Minuchin">{{cite book|url=|title=Families and Family Therapy|last=Minuchin|first=S|date=1974|publisher=Harvard University Press|isbn=|location=Cambridge, MA|pages=|doi=|id=|authorlink=|coauthors=}}</ref> Subsistem suami-isteri terdiri dari seorang lelaki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan eksplisit dalam membangun keluarga.<ref name="Minuchin" /> Pasangan ini menyediakan dukungan mutual satu dengan yang lain dan membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem tersebut dari gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan maupun kebutuhan darti subsistem-subsistem lain.<ref name="Minuchin" /> Subsistem orang tua-anak terbentuk sejak kelahiran seorang anak dalam keluarga, subsistem ini meliputi transfer nilai dan pengetahuan dan pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan relasi orang tua dan anak.<ref name="Minuchin" />
 
* subsistem suami-isteri - terdiri dari seorang lelaki dan perempuan yang hidup bersama dengan tujuan eksplisit dalam membangun keluarga, pasangan ini menyediakan dukungan mutual satu dengan yang lain dan membangun sebuah ikatan yang melindungi subsistem tersebut dari gangguan yang ditimbulkan oleh kepentingan mahupun keperluan dari subsistem-subsistem lain
== Keluarga Sejahtera ==
* subsistem orang tua-anak - terbentuk sejak kelahiran seorang anak dalam keluarga, subsistem ini meliputi transfer nilai dan pengetahuan dan pengenalan akan tanggungjawab terkait dengan hubungan antara orang tua dan anak
* subsistem adik-beradik.
<!--untuk disemak kemudian: == Keluarga Sejahtera ==
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat terdiri atas suami-isteri atau suami-isteri dan anaknya, atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. Keluarga sejahtera adalah dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah mampu memenuhikebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak, bertakwa kepada tuhan yang maha esa,memiliki hubungan yang sama, selaras, seimbang antara anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.
 
; Keluarga Pra Sejahtera
 
Keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhankeperluan dasar secara minimal seperti pengajaran, agama, sandang, pangan, papan, kesehatan.
 
; Keluarga Sejahtera Tahap جرمب
 
1 Keluarga dapat memenuhi kebutuhankeperluan dasar secara minimal ( sesuai kebutuha ndasar pada keluarga pra sejahtera) tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhankeperluan sosial psikologis keluarga seperti pendidkan, KB, interaksi dalamkeluarga, interaksi dengan lingkungan
 
; Keluarga Sejahtera Tahap 2
 
Keluarga-keluarga yang dapat memenuhi kebutuhankeperluan dasar, kebutuhankeperluan psikologis tetapi belum dapat memenuhi kebutuhankeperluan perkembangan (menabung dan memperoleh informasi).
 
; Keluarga Sejahtera Tahap 3
 
Keluarga-keluarga yang dapat memenuhi kebutuhankeperluan pada tahapan keluarga 1 dan 2 namun belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi) maksimal terhadap masyarakat dan berperan secara aktif dalam masyarakat.
 
; Keluarga Sejahtera Tahap 3 Plus
 
Keluarga-keluarga yang dapat memenuhi kebutuhankeperluan semua kebutuhankeperluan keluarga pada tahap 1 sampai dengan 3. Pelaksanaan pembangunan dalam keluarga sejahtera. Dalam PP No. 21 Th 1994, pasal 2: pembangunan keluarga sejahtera diwujudkan melalui pengembangan kualitas keluarga diselenggarakan secaramenyeluruh, terpadu oleh masyarakat dan keluarga.Tujuan Mewujudkan keluarga kecil bahagia, dejahtera bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, produktif, mandiri dan memiliki kemampuan untuk membangun dirisendiri dan lingkungannya.
 
=== Pokok-pokok kegiatan pembangunan keluarga sejahtera ===
* Pembinaan ketahanan fisik keluarga
 
keluargaKegiatan-kegiatan yang bersifat meningkatkan ketahanan fisik keluarga.Contoh : pembinaan gizi keluarga termasuk gizi ibu hamil, stimulasi pertumbuhanbalita, pembinaan kesehatan lingkungankesihatanlingkungan keluarga, usaha tanaman obat keluarga,dan lain-lain.
 
* Pembinaan ketahanan non fisik keluarga
 
Kegiatan-kegiatan yang bersifat meningkatkan ketahanan non fisik keluarga.Contoh : pembinaan kesehatan mentalkesihatanmental keluarga, stimulasi perkembangan balita,konseling keluarga, dan lain-lain.
 
=== Pembinaan Keluarga Sejahtera ===
; Aspek agama
 
Agama memiliki peran penting dalam membina keluarga sejahtera. Agama yangmerupakan jawaban dan penyelesaian terhadap fungsi kehidupan manusia adalah ajaranatau system yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada TuhanYangTuhan Yang Maha Esa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia danmanusiadan manusia serta lingkungannya. Oleh karenakerana itu, sebuah keluarga haruslah memiliki danberpegang pada suatu agama yang diyakininya agar pembinaan keluarga sejahtera dapat terwujud sejalan dengan apa yang diajarkan oleh agama
 
; Aspek pendidikan
 
Pendidikan keluarga sangat penting namun seringkali dianggap tidak penting.Etika yang benar harus diajarkan kepada anak semenjak kecil, sehingga ketika seoranganakseorang anak menjadi dewasa, ia akan berperilaku baik. Tentu saja perilaku orang tua juga harusbaik dan benar sebagai contoh untuk anaknya. Jikalau semenjak kecil seorang anak diajarkan dengan baik dan benar maka keluarga tersebut akan harmonis. Dan seandainya setiap keluarga mengajarkan nilai-nilai etika yang benar maka semua manusia akan hidupberdampinganhidup berdampingan dan damai. Keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam pendidikan karakter anak.Apabila keluarga gagal melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, maka akansulit bagi institusi-institusi lain di luar keluarga (sekolah) untuk memperbaikinya.Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnyamasyarakattumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karenakerana itu, setiap keluarga harus memilkikesadaran bahwabahawa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak dirumah.Keberhasilan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan (karakter) pada anak sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya. Polaasuh dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dan orang tua yang meliputipemenuhan kebutuhankeperluan fisik (seperti makan, minum, dll) dan kebutuhankeperluan psikologis(seperti rasa aman, kasih sayang, dll), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku dimasyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya. Dengan kata lain, polaasuh juga meliputi pola interaksi orang tua dengan anak dalam rangka pendidikankarakter anak
 
; Aspek ekonomi
 
pemerintah mengelompokkan keluarga diIndonesia ke dalam dua tipe : keluarga pra-sejahtera Yang kita bayangkan ketika mendengar keluarga tipe ini adalah keluarga yang masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhankeperluan dasar hidupnya berupa sandang, pangan, danpapandan papan. Keluarga pra-sejahtera identik dengan keluarga yang anaknya banyak, tidak dapatmenempuh pendidikan secara layak, tidak memiliki penghasilan tetap, belummemperhatikanbelum memperhatikan masalah kesehatan lingkungankesihatanlingkungan, rentan terhadap penyakit, mempunyaimasalahmempunyai masalah tempat tinggal dan masih perlu mendapat bantuan sandang dan pangan. tipe keluarga sejahtera Yang terbayang ketika mendengar keluarga tipe ini adalahsebuahadalah sebuah keluarga yang sudah tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhankeperluan dasar hidupnya. Keluarga sejahtera identik dengan keluarga yang anaknya dua atau tiga,mampu menempuh pendidikan secara layak, memiliki penghasilan tetap, sudah menaruhperhatianmenaruh perhatian terhadap masalah kesehatankesihatan lingkungan, rentan terhadap penyakit, mempunyaitempatmempunyai tempat tinggal dan tidak perlu mendapat bantuan sandang dan pangan.Selama ini konsentrasi pembinaan terhadap keluarga yang dilakukan oleh pemerintahadalah menangani keluarga pra-sejahtera. Hal itu terlihat dari program-program dasar pembinaan keluarga seperti perencanaan kelahiran (KB), Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU), pelayanan kesehatan gratiskesihatangratis, pembinaan lansia, pengadaan rumah khususkeluargakhusus keluarga pra-sejahtera dan sejenisnya
 
; Aspek sosial budaya
 
Perkembangan anak pada usia antara tiga-enam tahun adalah perkembangan sikapsosialnya. Konsep perkembangan sosial mengacu pada perilaku anak dalam hubungannyadengan lingkungan sosial untuk mandiri dan dapat berinteraksi atau untuk menjadimanusiamenjadi manusia sosial. Interaksi adalah komunikasi dengan manusia lain, suatu hubungan yangmenimbulkan perasaan sosial yang mengikatkan individu dengan sesama manusia,perasaan hidup bermasyarakat seperti tolong menolong, saling memberi dan menerima,simpati dan empati, rasa setia kawan dan sebagainya.
 
=== Tiga elemen utama dalam keluarga ===
Terdapat tiga elemen utama dalam struktur internal keluarga :
 
* Status socialsosial
 
dimanadi mana dalam keluarga distrukturkan oleh tiga struktur utama, yaitubapakyaitu bapak/suami, ibu/isteri dan anak-anak. Sehingga keberadaan status sosial menjadi pentingkarenapenting karena dapat memberikan identitaspengenalan kepada individu serta memberikan rasa memiliki,karenakerana ia merupakan bagiansebahagian dari sistem tersebut
 
* Peran socialsosial
 
yang menggambarkan peran dari masing-masing individu atau kelompok menurut status sosialnya
 
* Norma socialsosial
 
iaitu standar tingkah laku berupa sebuah peraturan yangmenggambarkanyang menggambarkan sebaiknya seseorang bertingkah laku dalam kehidupan socialsosial
 
=== Ciri-ciri keluarga sejahtera ===
* saling terbuka antar anggota keluarga
* terciptanya rasa saling percaya
* terpenuhinya segala kebutuhankeperluan
* adanya saling kerja sama antar keluarga
* adanya keseimbangan dalam memberikan pendidikan untuk bekal didunia dan akhirat
* terjalinnya komunikasi yang baik antar keluarga.s
 
Faktor Yang perlu diberikan orang tua kepada anak agar anak mencapai dewasa yang bertanggung jawabbertanggungjawab moral :
 
* Aktif melakukan komunikasi dengan anak
* Memperoleh kepuasan dari usahanya
 
Selain itu agar anak dapat bertanggung jawabbertanggungjawab moral, maka orang tua dapat melakukan :
 
* Biarkan anak-anak membuat pilihan-pilihan masukan sendiri
* Jangan langsung menjawab pertanyaan anak
* Dorong anak-anak menggunakan sesuatu/bahan dari luar rumah
* Jangan menyirnakan harapan anak.-->
 
==Rujukan==
{{reflist}}{{wiktionary|2}}
== Pautan luar ==
 
== Pautan luar ==
{{wiktionary}}
* [https://giadinhlavogia.com.vn/ Konsep Keluarga Sejahterah]
* [http://www.damandiri.or.id/detail.php?id=396 www.damandiri.or.id Konsep Keluarga Sejahtera]