Perbezaan antara semakan "Jamu"

14,044 bait ditambah ,  11 tahun lalu
tiada ringkasan suntingan
(Mencipta laman baru dengan kandungan '{{proses|BukanTeamBiasa}} {{distinguish2|Jammu, a region in South Asia}} {{otheruses}} '''Jamu''' is traditional medicine in Indonesia. It is cl...')
 
[[Berkas:Jamu gendong.jpg|thumb|Penjual Jamu Gendong tradisional (tampak dari belakang).]]
{{proses|BukanTeamBiasa}}
 
'''Jamu''' adalah sebutan untuk obat tradisional dari [[Indonesia]]. Belakangan populer dengan sebutan [[herba]] atau [[herbal]].
{{distinguish2|[[Jammu]], a region in South Asia}}
{{otheruses}}
 
Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti [[rimpang]] (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti [[empedu]] kambing atau tangkur buaya.
'''Jamu''' is [[traditional medicine]] in [[Indonesia]]. It is claimed to have originated in the [[Mataram Kingdom]] some 1300 years ago.<ref>[http://www.thejamushop.com/index.htm The Jamu Shop:What is Jamu]</ref> Though heavily influenced by [[Ayurveda]] from India, Indonesia is a vast archipelago with numerous indigenous plants not found in India, and include plants similar to [[Australia]] beyond the [[Wallace Line]]. Jamu may vary from region to region, and often not written down, especially in remote areas of the country.
 
Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah [[madu]] sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya.
The study of jamu had been conducted by [[Rumphius]], a botanist as early as the year 1775 AD by publishing a book ''Herbaria Amboinesis''. Scientific research for jamu by the research center of herbal medicine in [[Bogor Botanical Garden]], resulted in a publication of a book 'Medical Book for Children and Adults', composed by E. Van Bent.
 
Di berbagai kota besar terdapat profesi penjual [[jamu gendong]] yang berkeliling menjajakan jamu sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Selain itu jamu juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu oleh perusahaan besar seperti [[Jamu Air Mancur]], [[Nyonya Meneer]] atau [[Djamu Djago]], dan dijual di berbagai toko obat dalam kemasan ''sachet''. Jamu seperti ini harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Pada perkembangan selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul.
The first seminar about jamu has been held in [[Surakarta]] in 1940, followed by a formation of Indonesia's [[Jamu Committee]] in 1944. In 1981, a book by title of ''The use of Medical Plants'' was established to support the jamu industry in the country.
 
== Penjualan jamu gendong ==
Jamu is often distributed in the form of powder, pills, capsules, drinking liquid and ointments. Jamu shops, which sell only ingredients or prepare the jamu on spot as required by buyers, as well as women roaming the street to sell jamu, is a commonly seen way to distribute jamu in Indonesia. Nowadays, Jamu is also mass manufactured and exported, and there are often concerns as to quality and cleanliness.
Penjualan jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Setelah dilakukan pendataan{{fact}}, diperoleh informasi bahwa jenis jamu yang dijual <!-- oleh responden dalam penelitian ini --> ada delapan, yaitu [[beras]] kencur, [[cabe]] puyang, kudu [[laos]], kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, [[kunir]] [[asam]], pahitan, dan [[sinom]].
 
<!--Dari data yang diperoleh, ternyata-->Hampir semua penjual jamu menyediakan seluruh jenis jamu ini meskipun jumlah yang dibawa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan konsumen. Masing-masing jenis jamu disajikan untuk diminum tunggal atau dicampur satu jenis jamu dengan jenis yang lain{{fact}}. Beberapa di antara responden, selain menyediakan [[jamu gendong]] juga menyediakan [[jamu serbuk]] atau [[pil]] hasil produksi industri jamu.
One [http://www.thejamushop.com/Jamu_%20herbal_stick.htm Jamu stick] product from [[Madura]] claims to tighten the vagina.
 
Jamu tersebut diminum dengan cara diseduh air panas, terkadang dicampur [[jeruk nipis]], [[madu]], [[telur|kuning telor]], dan selanjutnya minum jamu sinom atau kunir asam sebagai penyegar rasa.
==Herbs for Jamu==
There are hundreds of herbs for jamu prescriptions, some are:
 
== Jenis jamu, khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan ==
*Spices:
Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga [[kesehatan]]. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengkonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari.<!-- ini bagian dari penelitian??: <u>Namun demikian, dicoba digali kepada penjual dan pembuat jamu tentang khasiat yang dapat diperoleh dengan minum jamu gendong. Di samping itu, ditanyakan pula tentang bahan baku yang digunakan serta cara pembuatan/pengolahan.</u> ]]-->
**[[Ginger]] (Zingiber Officinale)
**Lempuyang ([[Zingiber Oronaticum]])
**Temu Lawak/ [[Wild Ginger]] ([[Curcuma Cautkeridza]])
**Kunyit/ Tumeric ([[Curcuma Domestica]])
**Kencur/ [[Greater Galingale]]
**Lengkuas/ Ginger Plant ([[Elpina Galanga]])
**Bengle ([[Zingiber Bevifalium]])
 
=== Jamu beras kencur ===
*Leaves:
Jamu [[beras]] [[kencur]]<!-- dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang--> dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan [[linu]] yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
**[[Secang]] ([[Caesalpinia Sappan]])
**[[Sambang Dara]] ([[Rexco Ecaria]])
**[[Brotowali]] ([[Tinospora Rumpii]])
**Adas ([[Foeniculum Vulgare]] Mill)
 
==== Bahan baku ====
*Fruits:
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji [[kedawung]], [[jahe|rimpang jahe]], biji [[kapulogo]], buah [[asam]], kunci, kayu keningar, [[kunir]], [[jeruk nipis]], dan [[buah pala]]. Sebagai pemanis digunakan [[gula merah]] dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
**Jeruk Nipis/[[Calamondin]] (Citrae Aurantifalia Sivingle)
**Ceplukan ([[Physalis angulata]])
**Nyamplung ([[Calophylum]])
 
==== Cara pengolahan ====
*Barks
Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan [[komposisi]] [[racikan]] ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.
**Kayu Manis/[[Cinnamon]]
 
=== Jamu Kunir Asam ===
*Flowers
Jamu [[kunir]] [[asam]] dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari [[panas dalam]] atau [[sariawan]], serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang [[hamil|hamil muda]] sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan [[haid]].
**Melati/ [[Yasmin]]
**Rumput Alang-alang ()
 
==== Bahan baku ====
==References==
Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.
 
==== Cara pengolahan ====
{{reflist}}
Pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
 
=== Jamu Sinom ===
{{Traditional Medicine}}
Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.
 
=== Jamu Cabe Puyang ===
[[Category:Traditional medicine]]
Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di [[pinggang]]. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau [[demam]]. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.
 
==== Bahan baku ====
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah [[cabe jamu]] dan [[puyang]]. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.
 
==== Cara pengolahan ====
{{alt-med-stub}}
Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.
{{Indonesia-stub}}
 
=== Jamu Pahitan ===
[[id:Jamu]]
Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk [[gatal|gatal-gatal]] dan [[kencing manis]]. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan [[kolesterol]], perut kembung/sebah, [[jerawat]], [[pegal]], dan [[pusing]].
 
==== Bahan baku ====
<!--Khusus untuk jamu pahitan, ternyata tidak semua pembuat jamu mampu meracik sendiri bahan-bahannya. Enam orang mengatakan membeli racikan jamu pahitan dan pada umumnya dibeli di tempat asalnya, yaitu dari peracik jamu di Solo.-->Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).
 
==== Cara pengolahan ====
Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.
 
=== Jamu Kunci Suruh ===
Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.
 
==== Bahan baku ====
Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.
 
==== Cara pengolahan ====
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
 
=== Jamu Kudu Laos ===
Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan [[tekanan darah]]. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan [[peredaran darah]], menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan [[haid]], dan menyegarkan badan.
 
==== Cara pengolahan ====
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.
 
=== Jamu Uyup-uyup/Gepyokan ===
Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi [[air susu ibu]] pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.
 
==== Bahan baku dan cara pengolahan ====
Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.
 
<!--ini disembunyikan dulu karena dari hasil penelitian tunggal/asli
==Pembahasan==
 
Dalam pembuatan jamu gendong, tampaknya tidak ada perbedaan bahan baku pokok untuk setiap jenis jamu. Hal ini dapat terjadi mungkin karena pengetahuan resep jamu gendong yang mereka peroleh dari sumber yang berasal dari satu daerah yang sama. Cara perolehan pengetahuan dengan cara magang di pembuat jamu, yaitu dengan melihat atau membantu pekerjaan mereka membuat komposisi resep. Resep yang dibuat tidak sama antar pembuat jamu. Ketidaksamaan dimungkinkan karena cara mereka membuat jamu tanpa takaran standar, hanya dengan perkiraan sehingga terjadi perbedaan dalam setiap pembuatan jamu. Di samping itu, kadar kandungan zat berkhasiat yang berbeda-beda untuk setiap kali pembelian bahan baku akan mempengaruhi pula hasil olahan jamu.
 
Dalam penggunaan bahan baku sebagai bahan pokok tampaknya sesuai dengan khasiat yang dikenal. Seperti: kudu laos menggunakan buah kudu yang mempunyai khasiat sebagai penurun tekanan darah tinggi, beras kencur memberikan tambahan vitamin B dan kencur yang bermanfaat sebagai analgesik. Bahan-bahan yang digunakan berkhasiat antara lain untuk memperbaiki pencernaan makanan sehingga meningkatkan nafsu makan (temulawak, kunyit) serta menghilangkan nyeri dan pegal (jahe, kencur,puyang). Sedangkan daun-daunan yang digunakan seperti katuk, bermanfaat untuk meningkatkan air susu ibu. Manfaat dari tanaman obat tersebut memang dibutuhkan oleh ibu yang menyusui, yang biasanya dalam keadaan cukup letih dan lelah karena harus mengasuh bayinya. Namun, beberapa penjual memberikan tambahan bahan jamu yang khasiatnya tidak sesuai dengan nama jamu, misalnya menambahkan adas, buah kudu, pulosari dalam jamu cabe puyang, kencur dalam jamu kunci suruh, dll.
 
Pengolahan jamu secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama dengan merebus seluruh bahan dan kedua dengan cara mengambil/memeras sari yang terkandung dalam jamu, kemudian dituangkan ke dalam air matang. Cara-cara tersebut dilakukan mengikuti cara yang dilakukan pendahulunya yang dilakukan secara sederhana dan tradisional. Perbedaan yang ada kemungkinan hanya pada peralatan yang digunakan. Misalnya, dahulu lebih banyak menggunakan pipisan batu sekarang lebih disukai dengan ditumbuk bahkan ada yang menggunakan alat listrik (blender). Alat untuk merebus dahulu banyak menggunakan 'kendil' yang terbuat dari tanah liat kini berganti dengan panci email.
 
Di samping bahan pokok, terdapat variasi bahan baku yang merupakan bahan tambahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki warna, rasa, maupun khasiat. Variasi ini memberikan perbedaan rasa dan khasiat jamu yang menjadi andalan dari masing-masing pembuat jamu. Upaya tersebut mereka lakukan untuk memenuhi selera konsumen berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari dalam menjajakan jamu.
 
Sebagai pemanis rasa jamu, pada umumnya digunakan gula merah dan atau gula pasir, tetapi ada pula yang menambahkan gula obat (saccharin). Tindakan tersebut dilakukan kemungkinan untuk menekan harga mengingat cukup mahalnya harga gula sedangkan untuk menaikkan harga jual jamu akan mempengaruhi kemampuan beli konsumen atau adanya keinginan dari pembuat jamu gendong agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
 
Hasil penelitian menunjukkan tidak banyak perbedaan pengetahuan pada pembuat jamu tentang manfaat dari setiap jenis jamu. Hal ini menunjukkan keseragaman pengetahuan yang diperoleh dari sumber yang berasal dari daerah yang sama, ditambah lagi rata-rata mereka hanya mendapat pengetahuan secara lisan tanpa berusaha untuk menambah pengetahuan dari sumber lain.
-->
 
 
{{stub}}
 
[[Kategori:Kesihatan]]
 
[[en:Jamu]]
[[ms:Jamu]]
24,741

suntingan