Kita Versus Korupsi

Kita Versus Korupsi merupakan filem Indonesia yang dirilis pada tarikh 26 Januari 2012. Filem ini dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana, Nicholas Saputra, Ranggani Puspandya, Revalina S Temat, Ringgo Agus Rahman dan Tora Sudiro. Filem inidibuat untuk "penyuluhan" masalah korupsi di sekolah.

Kita Versus Korupsi
Kita Versus Korupsi.jpg
PengarahEmil Heradi
Lasja Fauzia Susantyo
Ine Febriyanti
Chairon Nissa
PenerbitSusyro Muqqaddas
Juhanni Grassmann
Teten Masduki
M. Abduh Aziz
PenulisDamas Cendekia
Sinar Ayu Massie
Ine Febriyanti
Dibintangi olehTeuku Rifnu Wikana
Nicholas Saputra
Ranggani Puspandya
Revalina S Temat
Ringgo Agus Rahman
Tora Sudiro
Mula ditayangkan
26 Januari 2012
NegaraIndonesia Indonesia
BahasaBahasa Indonesia

SinopsisSunting

Rumah Perkara

  • Pengarah: Emil Heradi
  • Rumah perkara mengisahkan Yatna (Teuku Rifnu Wikana) lurah, setuju menjual tanahnya kepada Jaya (Ixong S. Tisnamiharja) seorang komputer. Halangannya adalah Ella (Ranggani Puspandya) janda yang tidak rela tanahnya dibeli. Terjadilah usaha-usaha baik dari Yatna mahupun anak buah Jaya untuk mengubah niat Ella.

Aku Padamu

  • Pengarah: Lasja Fauzia Susantyo
  • Aku padamu mengisahkan Vano (Nicholas Saputra) dan Laras (Revalina S Termat) ingin menikah diluar tanpa pengetahuan keluarganya. Sayangnya tanpa restu keluarga niat mereka urung terwujud. Seorang calo menawarkan jalan pintas yang menciptakan dilema tersendiri dipasangan muda-mudi ini.

Selamat Siang, Risa!

  • Pengarah: Ine Febriyanti
  • Mengisahkan Arwoko (Tora Sudiro) berusaha hidup dan bekerja secara jujur walaupun teman-teman sejawatannya banyak melakukan korupsi. Tentangan muncul dalam wujud segepak wang pelicin tepat ketika keluargannya terlilit kesulitan ekonomi.

Psssttt...Jangan Bilang Siapa-Siapa

  • Pengarah: Chairun Nissa
  • Mengisahkan Ola (Siska Selvi Dawsen) membeli buku pada Eci (Nasha Abigail) dengan harga yang cukup mahal. Gita (Alexandra Natasha) pun menjadi ingin tahu kenapa harga buku yang dijual Erci lebih mahal dari yang dijual dikedai lain. Gita lalu iseng-iseng bertanya tentang asal usul harga buku tersebut. Tak diduga hasil iseng-iseng tersebut malah membongkar adanya praktek korupsi beruntun yang dilakukan oleh banyak pihak.

Pautan LuarSunting