Peta negara-negara yang terlibat di dalam Perjanjian Schengen dengan ahli penuh (biru), bukan ahli penuh (merah) dan sedang memohon keahlian (hijau).

Perjanjian Schengen merujuk kepada perjanjian antarabangsa yang ditandatangani oleh sekumpulan negara-negara Eropah bagi menghapuskan pemeriksaan sempadan di antara mereka. Terkandung di dalam perjanjian ini ialah peruntukan bagi dasar bersama terhadap kemasukan sementara orang perseorangan (termasuk Visa Schengen), penyelarasan kawalan sempadan luar, selain kerjasama merentas sempadan dalam bidang kepolisan dan kehakiman. Perjanjian ini dinamakan sedemikian bersempena tempat pemeteraan perjanjian ini oleh lima daripada sepuluh negara anggota Komuniti Ekonomi Eropah pada 14 Jun 1985 di Schengen, sebuah pekan kecil di Luxembourg.

Sejumlah 25 negara, termasuk 22 ahli Kesatuan Eropah (EU) dan tiga bukan ahli Kesatuan (Norway, Iceland dan Liechtenstein) telah menguatkuasakan kesemua peruntukan yang dipersetujui di dalam perjanjian ini. Pos kawalan dan pemeriksaan sempadan telah dimansuhkan di antara negara-negara anggota sekaligus membentuk sebuah kawasan tanpa sempadan yang dikenali sebagai Kawasan Schengen. Sebuah Visa Schengen membenarkan seorang pelancong atau pelawat masuk ke dalam kawasan ini. Pemegang permit penduduk di sesebuah negara anggot Schengen boleh juga menikmati kebebasan bergerak ke negara-negara anggota yang lain bagi satu jangka masa sehingga tiga bulan.

Ireland dan United Kingdom merupakan dua negara Kesatuan yang tidak termasuk di dalam perjanjian ini dan masih mengekalkan hak untuk tidak mengikutnya apabila perjanjian ini diserap sebagai undang-undang Kesatuan ini. Kedua-duanya masih belum menamatkan kawalan sempadan dengan negara-negara Kesatuan yang lain tetapi turut mengguna pakai peruntukan berkenaan kerjasama kepolisan dan kehakiman.

Sejarah perjanjianSunting

Perjanjian Schengen merupakan sebuah perjanjian yang bertujuan untuk menghilangkan batasan internal wilayah antar negara yang berada di Kesatuan Eropah. Perjanjian Schengen pun juga menyediakan kerja sama dalam hal pasukan kepolisian dan juga permasalahan hukum dan peraturan untuk batasan eksternal wilayahnya. Pada mulanya perjanjian ini diresmikan pada 4 Juni 1985 oleh Belgium, Perancis, Republik Federal Jerman, Luxembourg dan juga Belanda. Perjanjian tersebut tergabung dalam kerangka peraturan yang disetujui oleh Kesatuan Eropah pada tahun 1997. Saat ini, Perjanjian Schengen telah ditanda-tangani oleh 22 negara yang merupakan anggota Kesatuan Eropah dan 4 negara bukan anggota Kesatuan. United Kingdommeskipun bukan terangkum dalam kawasan yang menerapkan Perjanjian Schengen turut ikut serta dalam Sistem Informasi Schengen yang turut menyediakan data anggota masyarakatnya untuk keperluan terkait undang-undang dan juga data kepolisian dengan perjanjian yang telah dikaji terlebih dahulu. Perjanjian Schengen mencakupi dua macam perjanjian berbeda yang disahkan pada tahun-tahun 1985 dan 1990 antaranya peraturan tersebut menghapus peraturan sempadan dan membuat proses transit melalui Benua Eropah menjadi lebih mudah. Isi kedua perjanjian tersebut adalah sebagai berikut [1]

  • Pada tahun 1985, perjanjian Schengen disetujui oleh Negara Unit Ekonomi Benelux, Prancis, dan Jerman. Semua negara anggota yang telah menandatangani perjanjian ini menyetujui untuk menghapuskan pemeriksaan di wilayah sempadan yang mana mereka saling berbagi wilayah kekuasaan didaerah tersebut. Bagi pengendara kendaraan bermotor dapat langsung melewati daerah sempadan tersebut apabila memiliki green card visa pada kaca depan mobilnya. Namun para petugas tetap berjaga di wilayah sempadan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Perjanjian ini disebut juga dengan perjanjian Schengen I
  • Pada 1990, terjadi pembaharuan peraturan yang lebih berkembang. Perjanjian menghasilkan peraturan mengenai penghapusan sistem pemeriksaan yang lengkap di area sempadan selama jangka waktu tertentu. Peraturan ini disebut juga dengan perjanjian Schengen II

Perjanjian Schengen pun kelak menjadi kerangka kerja dari Kesatuan Eropah melalui Perjanjian Amsterdam pada tahun 1995.

Hasil perjanjianSunting

Hasil penerapan perjanjian Schengen memberikan dampak baik khususnya dari segi antrean lalu lintas lintas Eropah. Antrean yang awalnya dapat mencapai beberapa mil untuk dapat melewati bagian pemeriksaan sempadan namun kini tanpa menunjukkan identitas resmi, maka pengendara dapat melintasi daerah sekitarnya[2].Namun, apabila perjalanan lintas negara-negara Eropah ditempuh melalui jalur udara, peraturan-peraturan pemeriksaan sempadan akan tetap berlaku namun tidak memerlukan waktu yang cukup lama dan berbelit.

Dan pada tahun 2007, negara yang menandatangani perjanian ini telah meluas hingga ke Republik Ceko, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Slowakia dan Slovenia. Satu tahun berselang, Swiss pun ikut menandatangi perjanjian ini.

Dampak spesifik dari penerapan perjanjian Schengen pada negara-negara yang masuk kedalam kawasan Schengen adalah sebagai berikut [3]

  1. Warga negara dari negara manapun, saat berada di kawasan Schengen maka diperbolehkan melintasi sempadan internal negara-negara Schengen secara cuma-cuma, bebas dari pemeriksaan wilayah sempadan
  2. Memiliki standar yang sama bagi warga yang ingin melintasi sempadan eksternal Kawasan Schengen
  3. Proses pelaksanaan warga saat masuk ke dalam kawasan Schengen menjadi lebih teratur dan dilegalkannya visa dengan durasi tinggal yang pendek
  4. Peningkatan kolaborasi antara polisi dari negara-negara anggota
  5. Kolaborasi peradilan istimewa antara negara-negara Schengen, termasuk ekstradisi kriminal yang lebih cepat, dan relokasi yang lebih mudah untuk pelaksanaan putusan pidana
  6. Database bersama yang canggih, membantu negara-negara anggota untuk dengan cepat bertukar informasi tentang orang dan barang di antara mereka, yang dikenal sebagai (SIS) Sistem Informasi Schengen
  7. Terlepas dari tingkat kebebasan yang dijamin oleh Kawasan Schengen, polisi diberikan wewenang untuk melakukan pemeriksaan di sempadan internal dan di daerah sempadan, dalam keadaan tertentu, tetapi ini tidak dianggap sebagai pemeriksaan sempadan. Polisi dapat meminta informasi dari orang-orang di sempadan internal tentang masa tinggal di Area Schenghen dan pertanyaan terkait tambahan
  8. Jika tidak memenuhi standar keamanan, Kawasan Schengen dapat secara temporer memperbolehkan pemeriksaan kembali di daerah sempadan internalnya, tetapi tidak lebih dari 30 hari

Visa SchengenSunting

Sebagai hasil penerapan Perjanjian Schengen yang bertujuan melonggarkan sampai menghapuskan peraturan ketat hal persempadanan, maka diterapkanlah peraturan mengenai Visa Schengen. Visa Schengen merupakan visa yang dapat dipergunakan untuk jangka waktu tinggal yang tidak terlalu lama yang memperbolehkan penggunanya untuk dapat berkeliling dan mengunjungi negara tempat berlakunya perjanjian Schengen. Visa ini merupakan otorisasi yang dikeluarkan oleh Kawasan Schengen yang memperbolehkan penggunanya untuk:

  • Transit melalui atau tinggal diwilayah teritorial Schengen dengan durasi tidak lebih dari 90 hari dalam setiap periode 180 hari
  • Transit melalu area transit internasional bandara di Kawasan Schengen

Syarat pemberian visaSunting

Umumnya setiap warga negara asing wajib memiliki visa ini, namun ada kekecualian yang diberikan dalam kalangan anggota masyarakat yang memenuhi kriteria berikut:

  • Memiliki visa resmi atau izin tinggal di negara Schengen
  • Memiliki visa resmi bagi masyarakat Kesatuan, Kanada, Jepun atau Amerika Syarikat
  • Memiliki izin tinggal di negara Kesatuan Eropah atau Kawasan Ekonomi Eropah
  • Anggota keluarga dari warga negara Kesatuan Eropah, Switzerland atau Wilayah Ekonomi Eropah
  • Memiliki pasport diplomatik
  • Anggota anak kapal pesawat nasional yang tergabung dalam Persatuan Penerbangan Sivil Internasional

Negara-negara yang terlibatSunting

Hingga 2006 sebanyak 30 negara - mencakup sebahagian besar anggota Kesatuan Eropah termasuk Iceland, Norway dan Switzerland (termasuk Liechtenstein) - telah menandatangani perjanjian ini; sejauh ini 25 negara telah menerapkannya. Republik Ireland dan United Kingdom hanya turut serta dalam kerjasama polis lintas sempadan namun tidak untuk peniadaan pengawasan sempadan bersama dan pengeluaran visa[4]. Bagi negara yang telah menjadi anggota perjanjian Schengen, peraturan mengenai pos dan pengawasan sempadan telah dihapuskan dan diubah menjadi kebijakan visa kawasan Schengen. Pemegang pasport atau visa salah satu negara yang telah menerapkan Perjanjian Schengen (kecuali United Kingdom dan Republik Ireland) dapat memasuki wilayah setiap negara anggota Kawasan Schengen lainnya secara bebas.

Berikut adalah negara-negara yang telah menerapkan semua isi perjanjian. Pemegang paspor atau visa salah satu negara di atas dapat masuk dan keluar secara bebas di antara negara-negara tersebut.:

 


 Kawasan Schengen (UE) 
 Kawasan Schengen (non-UE) 
 penerapan selnajutnya 
 negara anggota UE di luar Schengen 
Peta ini dapat di-klik

RujukanSunting


Sumber utama

Bacaan lanjutSunting