Pneumonia (disebut [pnéu.mo.nia]) atau umumnya dikenali dengan istilah paru-paru berair merujuk kepada semua jenis keradangan[14] di mana air berkumpul dalam kantung udara atau alveolus paru-paru.[3][4] Biasanya, hal ini tertumpu kepada dua-dua peradangan parenchyma/alveolar paru-paru dan cecair memenuhi alveolar luar biasa.[a] Paru-paru berair boleh berpunca termasuk dari jangkitan bakteria, virus, fungus, atau parasit terhadap paru-paru. Puncanya juga boleh secara tidak rasmi digambarkan sebagai idiopathic—iaitu, tidak diketahui—apabila punca jangkitan telah disingkirkan.

Pneumonia
Paru-paru berair
Wikipedia tidak memberikan nasihat perubatan profesional Penafian perubatan
Nama lain
Pneumonia
Pneumonitis
Chest radiograph in influensa and H influenzae, posteroanterior, annotated.jpg
Gambar sinar-X peparu pneumonia akibat influenza dan Haemophilus influenzae
Sebutan
PengkhususanPulmonologi, Penyakit berjangkit
GejalaBatuk, sesak nafas, pernafasan cepat, demam[1]
TempohBeberapa minggu[2]
PuncaBakteria, virus, sedutan bahan asing[3][4][5]
Fibrosis sista, COPD, asma, kencing manis, kegagalan jantung, sejarah merokok, usia tua[6][7]
Berdasarkan simptom, imbasan sinar-X peparu[8]
COPD, asma, edema pulmonary, embolisme pulmonari[9]
PencegahanVaksin, cuci tangan, tidak merokok[10]
Rawatan perubatan
Antibiotik, antiviral, terapi oksigen[11][12]
Kekerapan450 juta (7%) setahun[12][13]
KematianEmpat juta setahun[12][13]
sunting
Lihat pendokumenan templat ini

Simptom biasa dikaitkan dengan paru-paru berair termasuk batuk, sakit dada, demam, dan sukar bernafas. Perkakasan diagnosis termasuk sinar-X dan pemeriksaan sputum. Rawatan bergantung kepada punca paru-paru berair:[17] pengairan disebabkan jangkitan bakteria dirawat dengan antibiotik,[11] jangkitan tahap lebih parah boleh memaksa perawatan intensif lanjut dalam hospital.[17]

Penyakit ini sering ditemui dalam semua lapisan umur, malah merupakan penyebab kematian utama dalam kalangan warga tua dan yang berpenyakit kronik, khususnya di negara-negara membangun.[12][18] Vaksin tertentu boleh didapati untuk mencegah jenis-jenis pneumonia tertentu; prognosis yang diberikan dalam merawat penyakit ini bergantung kepada jenis pneumonia, rawatan segera diberikan, sebarang komplikasi yang berikutan serta tahap kesihatan pesakit.

Tanda dan gejalaSunting

Kekerapan gejala[19]
Gejala Frekuensi
Batuk
79–91%
Kelelahan
90%
Demam
71–75%
Kesukaran bernafas
67–75%
Sputum
60-65%
Nyeri dada
39-49%
 
Gejala utama pneumonia yang menular

Pesakit pneumonia yang berjangkit biasanya menderita batuk kuat, demam yang disertai menggigil bergetar, kesukaran bernafas, nyeri dada yang tajam atau menghunjam selama menarik nafas dalam-dalam, dan peningkatan laju respirasi.[9] Pada manula, adanya kebingungan menjadi tanda yang paling utama.[9] Tanda-tanda dan gejala khusus pada anak-anak kecil yaitu demam, batuk, dan nafas yang cepat atau sulit.[20]

Gejala demam yang dialami tidaklah sangat spesifik memandangkan ia umum timbul pada berbagai penyakit, dan mungkin tidak tampak pada penderita penyakit parah atau malagizi. Selain itu, gejala batuk sering tidak muncul pada anak-anak berusia kurang dari 2 bulan.[20] Tanda-tanda dan gejala yang lebih parah meliputi: pembiruan kulit, rasa haus berkurang, konvulsi, muntah-muntah yang menetap, suhu ekstrem, atau penurunan tahap kesedaran.[20][21]

Kes pneumonia jangkitan bakteria dan virus biasanya muncul dengan gejala yang serupa.[22] Beberapa penyebabnya dikaitkan dengan cri klinis yang klasik tetapi tidak spesifik. Pneumonia yang disebabkan oleh Legionella dapat muncul disertai nyeri perut, cirit-birit, atau kebingungan,[23] sedangkan pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dikaitkan dengan sputum berwarna perang karat,[24] dan pneumonia yang disebabkan oleh Klebsiella dapat disertai sputum berdarah yang sering digambarkan sebagai "currant jelly" (lendir merah).[19] Sputum berdarah (dikenal sebagai hemoptisis) juga dapat muncul pada tuberkulosis, pneumonia gram-negatif, dan abses paru serta umum dijumpai pada bronkitis akut.[21] Pneumonia mikoplasma dapat timbul bersama pembengkakan nodus limfa di leher, nyeri sendi, atau jangkitan telinga tengah.[21] Pneumonia viral lebih umum muncul disertai mengi dibandingkan dengan pneumonia bakterial.[22]


PenyebabSunting

 
Bakteri Streptococcus pneumoniae, penyebab umum pneumonia, gambar diambil menggunakan mikroskop elektron

Pneumonia terutama disebabkan oleh jangkitan bakteria atau virus dan jarang dijumpai disebabkan oleh kulat dan parasit. Walaupun terdapat lebih dari 100 galur agen jangkitan yang telah dikenalpasti, namun hanya beberapa yang bertanggungjawab atas kebanyakan kes yang ada. Jangitan bersama dengan virus beserta bakteri dapat muncul hingga sebanyak 45% jangkitan pada anak-anak dan 15% jangkitan pada orang dewasa.[12] Agen penyebabnya tidak dapat diisolasi pada sekitar setengah kes yang ada walaupun pengujian yang cermat telah dilakukan.[25]

Istilah pneumonia kadangkala digunakan secara lebih luas terhadap berbagai-bagai keadaan yang menyebabkan keradangan paru-paru (misalnya yang disebabkan oleh penyakit autoimun, luka bakar kimia atau tindak balas terhadap ubat); namun demikian, inflamasi ini lebih tepat disebut sebagai pneumonitis.[15][26] Menurut sejarahnya agen penjangkit dibahagi menjadi "khas" dan "tidak khas" didasarkan pada aspek yang diduga, tetapi bukti-bukti yang ada tidak menyokong pembezaan ini, sehingga kini tidak lagi ditekankan.[27]

Faktor risiko dan keadaan yang memengaruhi pneumonia mencakupi: tabiat merokok, keimunokurangan, alkoholisme, penyakit sesak paru-paru kronik, penyakit ginjal kronik, dan penyakit hati.[21] Penggunaan ubat-ubatan yang bersifat menekan asid seperti penghambat pam proton atau antagonis H2 dikaitkan dengan peningkatan risiko pneumonia[28]. Usia lanjut juga berpengaruh pada pneumonia.[21]

BakteriaSunting

Bakteria adalah penyebab paling umum dari pneumonia dapatan masyarakat (CAP), dengan Streptococcus pneumoniae berhasil dikenalpasti dalam hampir 50% kes yang ada.[29][30] Bakteria lain yang umum dikenalpasti termasuk Haemophilus influenzae dalam 20% kes, Chlamydophila pneumoniae dalam 13% kes, dan Mycoplasma pneumoniae dalam 3% kes;[29] Staphylococcus aureus; Moraxella catarrhalis; Legionella pneumophila dan Basilus gram-negatif.[25] Sejumlah versi keimunan ubat dari jangkitan di atas makin umum dijumpai, termasuk Streptococcus pneumoniae kebal ubat (DRSP) dan Staphylococcus aureus yang kebal terhadap metisilin(MRSA).[21]

Penyebaran organisme mudah terjadi jika faktor risikonya ada.[25] Ketagihan minuman keras sering dikaitkan dengan Streptococcus pneumoniae, organisme anaerobik, dan Mycobacterium tuberculosis; merokok memudahkan jangkitan dari Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan Legionella pneumophila. Pendedahan terhadap burung seringkali dengan Chlamydia psittaci; terhadap haiwan ternak dengan Coxiella burnetti; aspirasi isi perut dengan organisme anaerobik; dan fibrosis sista dengan Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus.[25] Streptococcus pneumoniae lebih sering dijumpai pada musim sejuk,[25] dan patut diduga pada orang yang menarik nafas udara yang disyaki mengandungi sejumlah besar organisme anaerobik.[21]

VirusSunting

Virus bertanggungjawab atas sekitar sepertiga kes pneumonia pada orang dewasa[12] dan sekitar 15% kes pada anak-anak.[31] Agen yang biasanya terkait mencakupi rhinovirus, coronavirus, virus influenza, virus sinsitium pernapasan (RSV), adenovirus, dan parainfluenza.[12][32] Virus herpes simpleks jarang menyebabkan pneumonia, kecuali dalam kelompok seperti: bayi baru lahir, penderita kanker, penerima organ baharu dipindahkan, dan penderita luka kebakaran yang cukup parah.[33] Orang yang menjalani pemindahan organ atau yang mempunyai tindak balas imun lemah menunjukkan tahap pneumonia cytomegalovirus yang tinggi.[31][33] Para penderita jangkitan virus dapat terjangkit secara sekunder dengan bakterai Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, atau Haemophilus influenzae, khususnya ketika disertai masalah kesihatan lain.[21][31] Virus yang berbeza mendominasi masa yang berbeza dalam setahun, sebagai contoh selama musim influenza maka virus influenza bertanggungjawab atas lebih dari separuh kes virus yang terjadi.[31] Wabak virus lainnya juga sesekali muncul, termasuk hantavirus dan coronavirus.[31]

KulatSunting

Pneumonia kulat jarang dijumpai, namun lebih sering muncul pada individu yang menderita sistem kekebalan lemah akibat AIDS, ubat penahan sakit atau masalah perubatan lainnya.[25][34] Jenis ini paling sering disebabkan oleh Histoplasma capsulatum, blastomyces, Cryptococcus neoformans, Pneumocystis jiroveci, dan Coccidioides immitis. Histoplasmosis paling umum terjadi di lembah Sungai Mississippi, dan coccidioidomycosis paling umum dijumpai di Barat Daya Amerika.[25] Jumlah kes meningkat pada separuh kedua abad ke-20 akibat semakin seringnya orang melakukan perjalanan dan meningkatnya peredaman daya lali tubuh dalam populasi.[34]

ParasitSunting

Banyak jenis parasit dapat mempengaruhi paru-paru termasuk: Toxoplasma gondii, Strongyloides stercoralis,Ascaris lumbricoides, dan Plasmodium malariae.[35] Berbagai organisme ini biasanya memasuki tubuh melalui kontak langsung dengan kulit, pencernaan, atau melalui vektor serangga.[35] Kecuali untuk Paragonimus westermani, kebanyakan parasit tidak secara khusus menjangkit paru-paru tetapi melibatkan paru-paru sebagai tempat sekunder menyasarkan tempat lain dala,m badan.[35] Sebahagian parasit, khususnya yang termasuk genus-genus Ascaris dan Strongyloides, merangsang timbulnya reaksi eosinofilik kuat, yang dapat mengakibatkan pneumonia eosinofilik.[35] Dalam jangkitan lainnya, seperti malaria, keterlibatan paru terutama akibat inflamasi sistemik yang diinduksi oleh sitokin.[35] Pelaporan jangkitan semacam ini di negara-negara membangun paling sering dijumpai pada orang-orang yang kembali dari perjalanan jauh atau pada para imigran.[35] Secara peringkat globalnya, jangkitan-jangkitan paling sering terjadi pada pada penderita defisiensi kekebalan tubuh.[36]

IdiopatikSunting

Pneumonia interstisial idiopatik atau pneumonia yang tidak menular[37] merupakan kelas penyakit paru difus. Kelas ini mencakup: kerosakan alveolar difus, pneumonia atur, pneumonia interstisial non-spesifik, pneumonia interstisial limfositik, pneumonia interstisial desquamative, penyakit paru interstisial bronkiolitis pernapasan, dan pneumonia interstisial biasa.[38]

NotaSunting

  1. ^ The term pneumonia is sometimes more broadly applied to any condition resulting in inflammation of the lungs (caused for example by autoimmune diseases, chemical burns or certain medications),[3][5] although this inflammation is more accurately referred to as pneumonitis.[15][16]

RujukanSunting

  1. ^ Ashby B, Turkington C (2007). The encyclopedia of infectious diseases (ed. 3rd). New York: Facts on File. m/s. 242. ISBN 978-0-8160-6397-0. Dicapai pada 21 April 2011.
  2. ^ Behera, D. (2010). Textbook of pulmonary medicine (ed. 2nd). New Delhi: Jaypee Brothers Medical Pub. halaman 296–97. ISBN 978-81-8448-749-7.
  3. ^ a b c McLuckie, A., penyunting (2009). Respiratory disease and its management. New York: Springer. m/s. 51. ISBN 978-1-84882-094-4. Ralat petik: Tag <ref> tidak sah, nama "RespText09" digunakan secara berulang dengan kandungan yang berbeza
  4. ^ a b Leach, Richard E. (2009). Acute and Critical Care Medicine at a Glance (ed. 2nd). Wiley-Blackwell. ISBN 978-1-4051-6139-8. Ralat petik: Tag <ref> tidak sah, nama "AcuteCare09" digunakan secara berulang dengan kandungan yang berbeza
  5. ^ a b Jeffrey C. Pommerville (2010). Alcamo's Fundamentals of Microbiology (ed. 9th). Sudbury MA: Jones & Bartlett. m/s. 323. ISBN 978-0-7637-6258-2. Ralat petik: Tag <ref> tidak sah, nama "Jeff2010" digunakan secara berulang dengan kandungan yang berbeza
  6. ^ "Who Is at Risk for Pneumonia?". NHLBI. 1 Mac 2011. Diarkib daripada yang asal pada 7 Mac 2016. Dicapai pada 3 Mac 2016.
  7. ^ Caldeira, D.; Alarcao, J.; Vaz-Carneiro, A.; Costa, J. (2012-07-11). "Risk of pneumonia associated with use of angiotensin converting enzyme inhibitors and angiotensin receptor blockers: systematic review and meta-analysis". The BMJ. BMJ. 345 (jul11 1): e4260–e4260. doi:10.1136/bmj.e4260. ISSN 1756-1833. PMC 3394697. PMID 22786934. Susceptibility is higher among elderly people (≥65 years)
  8. ^ "How Is Pneumonia Diagnosed?". NHLBI. 1 Mac 2011. Diarkib daripada yang asal pada 7 Mac 2016. Dicapai pada 3 Mac 2016.
  9. ^ a b c Hoare Z, Lim WS (May 2006). "Pneumonia: update on diagnosis and management" (PDF). BMJ. 332 (7549): 1077–79. doi:10.1136/bmj.332.7549.1077. PMC 1458569. PMID 16675815. Ralat petik: Tag <ref> tidak sah, nama "BMJ06" digunakan secara berulang dengan kandungan yang berbeza
  10. ^ "How Can Pneumonia Be Prevented?". NHLBI. 1 Mac 2011. Diarkib daripada yang asal pada 7 Mac 2016. Dicapai pada 3 Mac 2016.
  11. ^ a b "How Is Pneumonia Treated?". NHLBI. 1 Mac 2011. Diarkib daripada yang asal pada 6 Mac 2016. Dicapai pada 3 Mac 2016. Ralat petik: Tag <ref> tidak sah, nama "NIH2011Tx" digunakan secara berulang dengan kandungan yang berbeza
  12. ^ a b c d e f g Ruuskanen O, Lahti E, Jennings LC, Murdoch DR (April 2011). "Viral pneumonia". Lancet. 377 (9773): 1264–75. doi:10.1016/S0140-6736(10)61459-6. PMID 21435708. Ralat petik: Tag <ref> tidak sah, nama "Lancet11" digunakan secara berulang dengan kandungan yang berbeza
  13. ^ a b Lodha R, Kabra SK, Pandey RM (June 2013). "Antibiotics for community-acquired pneumonia in children". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 6 (6): CD004874. doi:10.1002/14651858.CD004874.pub4. PMID 23733365.
  14. ^ Stedman's Medical Dictionary, "pneumonia". 24 November 2007.
  15. ^ a b Lowe JF, Stevens A (2000). Pathology (ed. 2nd). St. Louis: Mosby. m/s. 197. ISBN 978-0-7234-3200-5. Ralat petik: Tag <ref> tidak sah, nama "isbn0-7234-3200-7" digunakan secara berulang dengan kandungan yang berbeza
  16. ^ Bowden, Raleigh A.; Ljungman, Per; Snydman, David R., para penyunting (2010). Transplant infections. Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 978-1-58255-820-2. Parameter |name-list-style= yang tidak diketahui diendahkan (bantuan)
  17. ^ a b "How Is Pneumonia Treated?". NHLBI. 1 Mac 2011. Diarkib daripada yang asal pada 6 Mac 2016. Dicapai pada 3 Mac 2016.
  18. ^ George, Ronald B. (2005). Chest medicine : essentials of pulmonary and critical care medicine (ed. 5th). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. m/s. 353. ISBN 978-0-7817-5273-2. Parameter |name-list-style= yang tidak diketahui diendahkan (bantuan)
  19. ^ a b Tintinalli, Judith E. (2010). Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)). New York: McGraw-Hill Companies. m/s. 480. ISBN 0-07-148480-9.
  20. ^ a b c Singh V, Aneja S (Mac 2011). "Pneumonia - management in the developing world". Paediatric Respiratory Reviews. 12 (1): 52–9. doi:10.1016/j.prrv.2010.09.011. PMID 21172676.
  21. ^ a b c d e f g h Nair GB, Niederman MS (November 2011). "Community-acquired pneumonia: an unfinished battle". The Medical Clinics of North America. 95 (6): 1143–61. doi:10.1016/j.mcna.2011.08.007. PMC 7127066 Periksa nilai |pmc= (bantuan). PMID 22032432.
  22. ^ a b "Pneumonia (Fact sheet N°331)". World Health Organization. Ogos 2012. Diarkib daripada yang asal pada 30 Ogos 2012.
  23. ^ Darby, J (October 2008). "Could it be Legionella?". Australian family physician. 37 (10): 812–5. PMID 19002299. Parameter |coauthors= yang tidak diketahui diendahkan (|author= dicadangkan) (bantuan)
  24. ^ Ortqvist, A (December 2005). "Streptococcus pneumoniae: epidemiology, risk factors, and clinical features". Seminars in respiratory and critical care medicine. 26 (6): 563–74. doi:10.1055/s-2005-925523. PMID 16388428. Parameter |coauthors= yang tidak diketahui diendahkan (|author= dicadangkan) (bantuan)
  25. ^ a b c d e f g Eddy, Orin (Dec 2005). "Community-Acquired Pneumonia: From Common Pathogens To Emerging Resistance". Emergency Medicine Practice. 7 (12).
  26. ^ Snydman, editors, Raleigh A. Bowden, Per Ljungman, David R. (2010). Transplant infections (ed. 3rd). Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. m/s. 187. ISBN 978-1-58255-820-2.Selenggaraan CS1: teks ekstra: senarai pengarang (link)
  27. ^ Murray, John F. (2010). "32". Murray and Nadel's textbook of respiratory medicine (ed. ke-5). Philadelphia, PA: Saunders/Elsevier. ISBN 978-1-4160-4710-0. Parameter |name-list-style= yang tidak diketahui diendahkan (bantuan)
  28. ^ Eom, CS (22 February 2011). "Use of acid-suppressive drugs and risk of pneumonia: a systematic review and meta-analysis". CMAJ : Canadian Medical Association journal = journal de l'Association medicale canadienne. 183 (3): 310–9. doi:10.1503/cmaj.092129. PMC 3042441. PMID 21173070. Missing pipe in: |journal= (bantuan); Parameter |coauthors= yang tidak diketahui diendahkan (|author= dicadangkan) (bantuan)
  29. ^ a b Sharma, S; Maycher, B; Eschun, G (May 2007). "Radiological imaging in pneumonia: recent innovations". Current Opinion in Pulmonary Medicine. 13 (3): 159–69. doi:10.1097/MCP.0b013e3280f3bff4. PMID 17414122.
  30. ^ Anevlavis S (2010). "Community acquired bacterial pneumonia". Expert Opin Pharmacother. 11 (3): 361–74. doi:10.1517/14656560903508770. PMID 20085502. Parameter |month= yang tidak diketahui diendahkan (bantuan); Parameter |coauthors= yang tidak diketahui diendahkan (|author= dicadangkan) (bantuan)
  31. ^ a b c d e Murray and Nadel (2010). Chapter 31.
  32. ^ Figueiredo LT (September 2009). "Viral pneumonia: epidemiological, clinical, pathophysiological, and therapeutic aspects". J Bras Pneumol. 35 (9): 899–906. doi:10.1590/S1806-37132009000900012. PMID 19820817.
  33. ^ a b Behera, D. (2010). Textbook of pulmonary medicine (ed. 2nd). New Delhi: Jaypee Brothers Medical Pub. halaman 391–394. ISBN 8184487495.
  34. ^ a b Maskell, Nick (2009). Oxford desk reference. Oxford: Oxford University Press. m/s. 196. ISBN 9780199239122. Parameter |coauthors= yang tidak diketahui diendahkan (|author= dicadangkan) (bantuan)
  35. ^ a b c d e f Murray and Nadel (2010). Chapter 37.
  36. ^ Vijayan, VK (2009 May). "Parasitic lung infections". Current opinion in pulmonary medicine. 15 (3): 274–82. PMID 19276810. Periksa date values in: |date= (bantuan)
  37. ^ Clinical infectious diseases : a practical approach. New York, NY [u.a.]: Oxford Univ. Press. 1999. m/s. 833. ISBN 978-0-19-508103-9. |first= kehilangan |last= (bantuan)Selenggaraan CS1: teks ekstra: senarai pengarang (link)
  38. ^ Diffuse parenchymal lung disease : ... 47 tables (ed. [Online-Ausg.]). Basel: Karger. 2007. m/s. 4. ISBN 978-3-8055-8153-0. |first= kehilangan |last= (bantuan)

Pautan luarSunting