Buka menu utama

Universitas Malikussaleh Aceh (disingkat UNIMAL) adalah sebuah universiti awam yang kampus utama kini terletak di Aceh Utara, Aceh, Indonesia. Rektor Universiti Malikussaleh kini ialah Prof. Dr. Apridar, M.Si. Unimal Terdapat beberapa lokasi kampus yang terletak di Jl. Medan - Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleuet, Kab. Aceh Utara, dan kampus lain terletak di 3 lokasi yaitu Kampus Bukit Indah,Kampus Cunda dan Lancang Garam.

Universitas Malikussaleh, Aceh
MotoMencari Kebenaran Untuk Kesalehan Yang Kompetitif
JenisUniversiti Awam
Ditubuhkan pada1969
RektorProf. Dr. Apridar,S.E., M,Si
Pelajar14.547 orang per tahun 2016 - 2017,[1]
AlamatKampus Utama Jl. Cot Tengku Nie, Reuleut,Muara Batu,, Aceh Utara, Aceh, Indonesia
5°14′02.6″N 96°59′17.3″E / 5.234056°N 96.988139°E / 5.234056; 96.988139Koordinat: 5°14′02.6″N 96°59′17.3″E / 5.234056°N 96.988139°E / 5.234056; 96.988139
Kampus1. Kampus Utama Reuleuet
2. Kampus Bukit Indah
3. Kampus Cunda
4. Kampus Lancang Garam
Warna     Hijau

     Emas

     Hitam
Laman webwww.unimal.ac.id

SejarahSunting

Latar BelakangSunting

Universiti Malikussaleh didirikan dengan mengambil nama besar Raja Kerajaan Samudera Pasai pertama, yang dilandasi pada semangat estafet kepemimpinan dan pembangunan yang telah diletakkannya melalui sifat kepeloporan, kedinamisan, serta patriotismenya Sultan Malikussaleh. Kerajaan Islam Samudera Pasai dalam sejarah tercatat sebagai Kerajaan Islam pertama di Nusantara yang menjadi cikal bakal pusat pengembangan dan penyebaran agama Islam di kawasan Nusantara dan Asia Tenggara, merupakan pusat Pendidikan Islam dan Ilmu Pengetahuan ternama yang mewariskan semangat pejuang bagi generasi penerusnya dalam mengembangkan agama Islam, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang telah menghasilkan Syech (Guru Besar) dan ilmuan lainnya. Sehingga kecemerlangan pemikiran mereka pada saat itu telah memberi dampak besar pada Era Kemakmuran dan Kejayaan (Welfare State) “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur" suatu Negeri Indah, Adil, dan Makmur yang Diridhai Allah SWT.

Sultan Malikussaleh bukan sahaja dapat meletakkan asas yang mantap pada zamannya, malah fundamental yang pernah ditubuhkannya telah menggambarkan watak dan semangat negara ini sehingga kini. Walaupun di Aceh, Kerajaan Samudera Pasai telah hilang dan Malikussaleh juga wafat, tetapi semangat perintisnya, dinamisme, dan patriotisme masih terukir di dalam dan menjadi penggerak perjuangan bangsa ini.

Latar belakang yang diinspirasi oleh semangat sejarah adalah dasar harapan bagi pengganti yang dihasilkan oleh Universiti Malikussaleh. Disokong oleh sumber-sumber semula jadi yang kaya,Universiti Malikussaleh diharapkan dapat memperkuat sumber daya manusia Aceh Utara dan Aceh secara umum.

Sebagai pelopor Universiti Malikussaleh berasal dari Akademi Ilmu Pengetahuan Syariah yang dijelmanya yang ditetapkan oleh Keputusan Bupati / Kepala Daerah II Aceh Utara Nomor: 01 / TH / 1969 tanggal 12 Juni 1969, saat Bupati Drs. Tgk. Abdul Wahab Dahlawy.

Selanjutnya tanggal 15 September 1970 dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tingkat II Aceh Utara Nomor : 01/TH/1970 Akademi Ilmu Agama (AIA) dilengkapi pula dengan jurusan Ilmu Politik. Dengan Akta Notaris Nomor : 15 tanggal 17 Juli 1971 dibentuk pula Yayasan Perguruan Tinggi Islam (YPTI) sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan Akademi Ilmu Agama. Kemudian dengan Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Nomor : 001/YPTI/1971 tanggal 1 Agustus 1971, Akademi Ilmu Agama diubah namanya menjadi Perguruan Tinggi Islam dengan jurusan Akademi Syariah, jurusan Akademi Ilmu Politik, jurusan Akademi Tarbiyah, serta jurusan Dayah Tinggi/Pesantren Luhur. Perguruan Tinggi Islam ini mengalami perubahan nama lagi menjadi Perguruan Tinggi Islam Malikussaleh (disingkat dengan sebutan PERTIM), melalui Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Islam tanggal 24 Mei 1972. Tahun 1980 menjadi Yayasan Universiti Malikussaleh dengan singkatan UNIMA.

Dalam sejarahnya yang panjang dan melalui proses yang rumit pula, akhirnya tanggal 18 Juli 1984 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0607/0/1984 Sekolah Tinggi Administrasi Negara memperoleh Status Terdaftar. Sedangkan Sekolah Teknik mendapat giliran status terdaftar pada tanggal 24 Agustus 1984, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0392/0/1984. Selanjutnya pada tahun 1986 didirikan pula Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0584/0/1989 tanggal 11 September 1989 kembali Universiti Malikussaleh berintegrasi dalam Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Hanya saja Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tidak memiliki status terdaftar, tahun 1990 FKIP ditutup.

Universiti Malikussaleh hingga tahun 2001, didukung oleh 5 fakultas yaitu Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Program Kesekretariatan. Kecuali Program Kesekretariatan yang D III, 11 program studi lainnya merupakan Strata 1 yaitu Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Manajemen Perusahaan, Ilmu Hukum, serta Agronomi.

Penegerian Universiti MalikussalehSunting

 
Kampus Unimal Lancang Garam

Keadaan politik di Aceh yang dicirikan oleh konflik yang berpanjangan telah memberi dampak serius dan mendalam kepada sendi masyarakat Aceh,dalam bentuk kehilangan maruah dan martabat, kemerosotan nilai sosial yang semakin membosankan dan semakin jauh dari suasana Masyarakat Sipil (Civil Society). Jika keadaan ini dibenarkan untuk menyeret tanpa penyelesaian konkrit dan komprehensif, ia boleh menimbulkan ancaman kepada perpecahan negara.

Untuk membina semula kepercayaan rakyat Aceh kepada Pemerintah Pusat yang mampan dalam suasana masyarakat Madani, maka perlu memiliki Universiti Negeri kedua setelah Universiti Syiah Kuala yang merupakan dambaan masyarakat Samudera Pasai khususnya dan masyarakat Aceh umumnya. Upaya ini merupakan bagian dari proses penyelesaian konflik Aceh yang menyeluruh sebagai suatu kebijakan strategis politik, mengingat wilayah Samudera Pasaiyang terdiri dari Lhokseumawe Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Selatan, Langsa, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Kota Subulussalam dan Aceh Tenggara yang sebahagian wilayahnya merupakan daerah pusat konflik paling bergolak. serta paling intensif menentang pemerintah pusat sebagai akibat dari ketidakadilan dan kekeliruan kebijakan Pemerintah Pusat pada masa lalu. Disamping itu, di wilayah tersebut juga memiliki deposit sumber daya alam yang maha kaya yang dapat diolah bagi kemakmuran masyarakat.

Menteri Pendidikan Nasional dengan keputusannya Nomor : 216/P/2000 tanggal 16 November 2000 membentuk Tim Persiapan Perubahan Status Universiti Malikussaleh Lhokseumawe dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), selanjutnya disingkat Tim Persiapan. Tim Persiapan bertugas mempersiapkan pelaksanaan pendirian Universiti Negeri Malikussaleh Lhokseumawe secara bertahap sampai terpenuhinya seluruh persyaratan pendirian menjadi Universiti negeri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor : 004/D/T/2001 Tanggal 2 Januari 2001 kepada Rektor Universiti Malikussaleh mengenai surat Dirjen Pendidikan Tinggi kepada Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 3458/D/T/2000 Tanggal 2 Oktober 2000 tentang kesiapan Universiti Malikussaleh menjadi Perguruan Tinggi Negeri yang telah mendapat disposisi Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 6015/TUM/2000 Tanggal 21 Desember 2000.

 
Bangunan Fakulti Teknik

Dirjen Pendidikan Tinggi dengan surat Nomor : 1252/D/T/2001 Tanggal 24 April 2001 mempertanyakan kepastian status Universiti Malikussaleh apakah milik masyarakat Aceh Utara dan dibiayai dengan APBD atau milik pemerintah dan dibiayai dengan APBN. Sekiranya tetap diproses penegeriannya maka Peraturan Daerah Nomor : 26 Tahun 1999 otomatis akan gugur setelah terbitnya Keputusan Presiden tentang Penetapan Universiti Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Menjawab surat Dirjen Pendidikan Tinggi mengenai status pemrosesan Penegerian Universiti Malikussaleh, maka Rektor Universiti Malikussaleh dengan surat Nomor : 540/UNIMA/H/2001 Tanggal 28 April 2001, menjelaskan bahwa program penegerian Universiti Malikussaleh adalah suatu aspirasi dan permintaan masyarakat Aceh Utarakhususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya, yang menjadi bagian dari upaya penyelesaian konflik Aceh dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini bermaksud bahwa dengan modal dasar dari milik masyarakat Aceh Utara dapat diupayakan pengembangannya oleh pemerintah pusat untuk penegeriannya, serta menyerahkan sepenuhnya menjadi milik pemerintah pusat setelah dikeluarkannya Keputusan Presiden R.I. Salah satu gedung Fakultas Teknik di Kampus Reuleuet Berkenaan dengan penetapan status Universiti Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri, Dirjen Pendidikan Tinggi mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan Nomor : 1620/D/T/2001 Tanggal 8 Mei 2001. Dengan pertimbangan antara lain, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 216/P/2000 tentang Pembentukan Tim Persiapan Penegerian Universiti Malikussaleh tertanggal 16 Nopember 2001 merupakan dasar yang kuat untuk proses penetapan status tersebut di atas. Dalam Keputusan Menteri tersebut di atas, terkandung maksud bahwa persiapan penegerian dilaksanakan secara bertahap sampai terpenuhinya seluruh persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dirjen Pendidikan Tinggi telah melakukan pembinaan untuk persiapan tersebut antara lain mengalokasikan anggaran pembangunan.

Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor : 264/MPN/2001 Tanggal 14 Mei 2001 yang ditujukan kepada Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, menyampaikan usulan penetapan status Universiti Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri melalui surat Keputusan Presiden. Dasar pertimbangannya antara lain adalah ; Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 216/P/2000 tanggal 16 Nopember 2000 tentang Pembentukan Tim Persiapan Penegerian Universiti Malikussaleh. Departemen Pendidikan Nasional telah mulai melakukan pembinaan untuk persiapan tersebut melalui pengalokasian anggaran pembangunan untuk peningkatan kualitas pembelajaran mulai tahun anggaran 2001. Secara menyeluruh persyaratan akademik yang dimiliki Universiti Malikussaleh telah mendekati persyaratan sebuah perguruan tinggi negeri, sedangkan kekurangan yang ada (seperti peningkatan status program studi) dapat diatasi secara bertahap mulai tahun anggaran 2002. Secara administratif, masih diperlukan beberapa proses untuk penetapan status negeri yaitu ; 1) pengalihan asset dari Yayasan Pendidikan Malikussaleh kepada Pemerintah Pusat dan 2) pengalihan status pegawai swasta menjadi Penjawat Awam / Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dengan surat Nomor : 170/M.PAN/7/2001 Tanggal 4 Juli 2001 kepada Menteri Pendidikan Nasional menyarankan, penetapan Universiti Malikussaleh menjadi Perguruan Tinggi Negeri seyogyanya dilakukan persiapan pendirian terlebih dahulu yang penetapannya diatur dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional. Selanjutnya pendirian Universiti Malikussaleh akan diproses penetapannya melalui Keputusan Presiden setelah langkah/tahapan persiapan dimantapkan dengan memperhatikan skala prioritas dan kondisi keuangan negara serta sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 60 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.

Rektor Universiti Malikussaleh melalui surat Nomor : 367/UNIMA.H/2001 Tanggal 6 Juli 2001 mengharapkan kepada Menteri Pendidikan Nasional agar pendirian Universiti Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri dapat diusulkan oleh Menteri Pendidikan Nasional kepada Presiden untuk penetapan Keputusan Presiden sebagai dasar hukum pendiriannya. Demikian pula diikuti dengan surat Nomor : 368/UNIMA.H/2001 Tanggal 7 Juli 2001 yang ditujukan langsung kepada Presiden R.I untuk penetapannya.

Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor : 71100/MPN/2001 Tanggal 18 Juli 2001 mengajukan permohonan kepada Presiden R.I untuk penetapan Universiti Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri. Dengan memperhatikan seluruh pertimbangan tersebut di atas, berpendapat bahwa Universiti Malikussaleh telah memenuhi persyaratan untuk menjadi perguruan tinggi negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku ; Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Berkenaan dengan hal di atas dan khususnya memperhatikan aspirasi masyarakat Aceh, dimohon kepada Presiden untuk dapat menerbitkan Keputusan Presiden tentang Penetapan Universiti Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri. Salah satu gedung Kampus Universiti Malikussaleh di Lancang Garam, Lhokseumawe.

Rektor Universiti Malikusaleh menyampaikan surat dengan Nomor : 371/UNIMA.H/2001 Tanggal 30 Juli 2001 kepada Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan menyampaikan Aspirasi Rakyat Aceh untuk menetapkan Universiti Malikussaleh yang berkedudukan di Lhokseumawe, Aceh Utara sebagai Perguruan Tinggi Negeri dengan Keputusan Presiden sebagai dasar hukum pendiriannya. Puncak dari upaya yang maksimal untuk meningkatkan status Universiti Malikussaleh yakni ketika Presiden Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 95 Tahun 2001, tanggal 1 Agustus 2001 mengenai Penegerian Universiti Malikusssaleh.[3]

Dengan dinegerikannya Universiti Malikussaleh berarti di Aceh yang berpenduduk sekitar 5,2 juta jiwa tersebut sudah memiliki 4 Universiti negeri, yakni Universiti Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh dan Universiti Malikussaleh (Unimal) di Lhokseumawe, Aceh Utara, Universiti Teuku Umar di Meulaboh dan Universiti Samudra di Kota Langsa serta 3 Perguruan Tinggi Agama Islam UIN Ar-Raniry di Darussalam Banda Aceh , IAIN Malikussaleh di Kota Lhokseumawe, IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.

Akhirnya, dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, pada hari Sabtu Tanggal 8 September 2001 di Lhokseumawe, Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri meresmikan Pendirian Universiti Malikussaleh sebagai Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Bagi Masyarakat Aceh, semoga Allah SWT meridhai upaya kita bersama dalam mencerdaskan bangsa. Saat ini Universiti Malikussaleh memiliki singkatan nama Unimal.[4]

Lambang Universiti MalikussalehSunting

Logo Universiti MalikussalehSunting

1. Makna Bentuk:

Simbol Unimal bulan sabit hijau yang dikelilingi oleh tiga kubah dengan tanglung bergantung emas dan tahun 1969 Arab, melambangkan semangat pembaharuan, kedamaian dan kejayaan dengan sains sebagai kekuatan.

2. Makna Gambar:

1. Bulan sabit melambangkan iman kepadaAl lah SWT sebagai sumber pengetahuan, pencerahan, dan kemenangan.

2. Tiga kubah melambangkan Tridharma Pendidikan Tinggi yang mesti diwujudkan dan memberikan resonansi untuk kepentingan manusia, bumi dan alam semesta berdasarkan tiga siri Islam, Sains dan Amal yang tidak dapat dipisahkan.

3. Kande (lentera) melambangkan semangat cahaya dan cahaya yang berterusan sebagai bentuk rahmatan lil'alaamin. 4. Tahun 1969 Arab melambangkan tahun penubuhan Universiti Malikussaleh.

3. Makna Warna:

1. Warna Hijau : melambangkan keharmonian, keterbukaan dan kedamaian.

2. Warna Emas : mewakili kemuliaan dan kedalaman cita-cita.

3. Warna Hitam : melambangkan kekuatan yang elegan.[5]

Panduan penggunaan Logo Universiti Malikussaleh, selengkapnya dapat di lihat disini[6]

AlmamSunting

Jaket almam Unimal adalah hijau dengan logo Unimal di dada kiri.

Profil RektoratSunting

Institusi di UNIMAL terdiri daripada beberapa elemen, iaitu unsur kepemimpinan, unsur eksekutif akademik, elemen pentadbiran, elemen fakulti, unsur-unsur pelajar dan elemen pendukung (seperti perpustakaan, makmal).

Unsur-unsur pemimpin terdiri daripada pemimpin universiti, fakulti / sekolah siswazah, institusi, direktorat, biro, jurusan, program pengajian dan unit perkhidmatan bersepadu.

Pimpinan UniversitiSunting

Di peringkat universiti yang diketuai oleh Rektor, dan dibantu oleh empat Naib Rektor, masing-masing yang bertanggungjawab ke atas aktiviti akademik, pentadbiran am dan sumber, hal ehwal pelajar dan alumni, dan penyelidikan dan pembangunan. Ketua Universiti mempunyai tugas:

  1. Merangka Pelan Strategik yang mengandungi matlamat, objektif dan program Universiti;
  2. Sediakan Rancangan Kerja dan Anggaran Tahunan Universiti;
  3. Melaksanakan fungsi institusi universiti dalam pendidikan, penyelidikan, dan perkhidmatan komuniti;
  4. Menguruskan keseluruhan kekayaan Universiti dan memanfaatkan secara optimum untuk manfaat Universiti;
  5. Untuk membimbing dan membangunkan kakitangan akademik dan bukan akademik yang diberikan oleh Universiti;
  6. Membina hubungan dengan alumni, persekitaran universiti, dan komuniti yang lebih luas;
  7. Untuk menganjurkan buku-buku Universiti;
  8. Melaporkan kemajuan prestasi universiti kepada Lembaga Pemegang Amanah setahun sekali; dan
  9. Menyedia dan mengemukakan laporan tahunan kepada Menteri dengan Lembaga Pemegang Amanah.
  10. Unsur Kepemimpinan Fakulti terdiri daripada Dekan, Naib Dekan I, Naib Dekan II.
  11. Unsur-unsur pemimpin institusi terdiri daripada Pengerusi Institut, Setiausaha Institut.
  12. Biro diketuai oleh Ketua Biro, Ketua Bahagian, dan Ketua Sub-bahagian
  13. Jabatan ini diketuai oleh Ketua Jabatan dan Setiausaha Jabatan, Program Pengajian diketuai oleh Pengerusi Program, dan UPT dipimpin oleh Kepala dan Sekretaris.

Sebagai tambahan kepada pemimpin peringkat universiti, UNIMAL juga dilengkapi dengan:

  1. Unsur Kepemimpinan Fakulti terdiri daripada Dekan, Naib Dekan I, Naib Dekan II.
  2. Unsur-unsur pemimpin institusi terdiri daripada Pengerusi Institut, Setiausaha Institut.
  3. Biro diketuai oleh Ketua Biro, Ketua Seksyen, dan Ketua Sub-bahagian.
  4. Jabatan Program ini diketuai oleh Ketua Jabatan dan Setiausaha Jabatan, Program Pengajian diketuai oleh Pengerusi Program, dan UPT dipimpin oleh Kepala dan Sekretaris.

Daftar Nama Pimpinan Universitas MalikussalehSunting

No Photo Nama Dari Sampai Keterangan
1 Drs Mohd Jaffar G Hatta, M.Si 1999
2   Prof. A. Hadi. Arifin, M.Si 1999 2010 Setelah berstatus negeri pada 1 Agustus 2001,

kembali memimpin dua periode 2002-2006 dan 2006-2010.

3   Prof. Dr. Apridar, M.Si 2010 Sekarang Memimpin sejak 2010 sampai 2014,

sekarang kembali terpilih untuk periode 2014-2018[7]

Rektorat UNIMAL Periode 2014-2018

Rektor : Prof. Dr. Apridar, M.Si

Naib Rektor untuk Hal Ehwal Akademik dan Hal Ehwal Antarabangsa : DR.Muhammad,MT.

Naib Rektor untuk Hal Ehwal Kewangan, Sumber Daya dan Perniagaan : DR. Hendra Raza,SE.,M.Si,Ak,CA

Naib Rektor untuk Hal Ehwal Pelajar dan Perkongsian : DR. Anwar,ST.,MT.,M.Ag.

Naib Rektor untuk Hal Ehwal Perancangan, Penyelidikan dan Pembangunan : Dr.Juli Mursyidah,MM.

Program PendidikanSunting

FakultiSunting

Pada masa ini Universiti Malikussaleh sudah mempunyai beberapa Program Pendidikan :

Fakulti TeknikSunting

  1. Jabatan Jurutera Awam (S1)
  2. Jabatan Jurutera Industrial (S1)
  3. Jabatan Jurutera Kimia (S1)
  4. Jabatan Jurutera Mekanikal (S1)
  5. Jabatan Jurutera Elektrik (S1)
  6. Jabatan Jurutera Arkitek (S1)
  7. Program Studi JuruteraInformatika (S1)
  8. Program Studi Sistem Informasi (S1)
  9. Pasca- Sarjana Jurutera Awam (S2)

Fakulti PertanianSunting

  1. Jabatan Agroekoteknologi (S1)
  2. Jabatan Agribisnis (S1)
  3. Jabatan Akuakultur (S1)

Fakulti Ekonomi dan PerniagaanSunting

  1. Sekretariat Diploma-3 (D-III)
  2. Jabatan Pembangunan Ekonomi (S1)
  3. Jabatan Pengurusan (S1)
  4. Jabatan Perakaunan (S1)
  5. Sarjana Sains dalam Pengurusan (S2)

Fakulti Sains Sosial dan PolitikSunting

  1. Jabatan Sains Pentadbiran Negeri (S1)
  2. Jabatan Sains Politik (S1)
  3. Jabatan Sosiologi (S1)
  4. Jabatan Antropologi (S1)
  5. Jabatan Pengajian Komunikasi (S1)
  6. Pasca-Sarjana Sains dalam Pentadbiran Negeri (S2)

Fakulti HukumSunting

  1. Jurusan Ilmu Hukum (S1)
  2. Magister Ilmu Hukum (S2)

Fakulti Keguruan dan Ilmu PendidikanSunting

  1. Program Pengajian Matematik
  2. Program Pengajian Kimia
  3. Program Pengajian Fizik
  4. Program Pengajian Bahasa dan Sastera Indonesia
  5. Program Pengajian Pendidikan Kejuruteraan Mekanikal

Fakulti PerubatanSunting

  1. Program Pengajian Pendidikan Doktor
  2. Program Pengajian Psikologi

Unit Aktiviti MahasiswaSunting

Untuk menyokong aktiviti dan aktiviti pelajar,Universiti Malikussaleh menyediakan pelbagai jenis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai dengan bakat dan kepentingan pelajar, termasuk:

  1. Kor sukarela Unit Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) 04
  2. Mahasiswa Pecinta Alam Unimal (UKM PA-UMPAL)
  3. Resimen Mahasiswa Satuan 103 Unimal
  4. UKM Pramuka
  5. UKM Seni dan Budaya Meurah Silue
  6. UKM Sains, Riset dan Robotika
  7. Lembaga Dakwah Kampus
  8. UKM Karate-Do

FasilitiSunting

Galeri Pelaburan BEISunting

Galeri Pelaburan BEI Universiti Malikussaleh adalah tempat pembelajaran, pengenalan dan pemahaman dalam mengetahui pasaran modal secara lebih luas, agar orang dapat mengenali dan mengetahui fungsi, tujuan,dan keuntungan dalam melabur dalam pasaran modal, serta membantu orang dalam menguruskan saham atau membuka akaun saham di Galeri Pelaburan BEI Unimal.

Galeri ini menjadi forum bagi sekumpulan pelabur dan calon pelabur di Pasar Modal Indonesia (Bursa Saham Indonesia) yang ingin melabur beberapa modal mereka untuk menjual atau membeli saham yang didagangkan oleh Bursa Saham Indonesia melalui proses syarikat atau penerbit telah disenaraikan di pasaran modal.

Galeri BEI ini telah ditubuhkan pada 6 Mac 2014 berdasarkan Perjanjian Tiga Pihak di antara Bursa Saham Indonesia, Universiti Malikussaleh, dan syarikat sekuriti iaitu PT. Phintraco Securities.

Galeri ini bertujuan untuk memperkenalkan pasaran modal dari zaman awal hingga dunia akademik, sehingga tidak hanya di sisi teori ketika mengajar di kuliah, tetapi juga dalam praktik akademisi dapat mengetahui dan mempraktikkannya secara langsung dalam pasar modal yang lebih dalam, dan dapat untuk belajar dalam menganalisis setiap aktiviti perdagangan saham supaya dijangka menjadi jambatan penguasaan sains dan amalan di pasaran modal.

Sumber RujukanSunting


 
Institut Pendidikan Tinggi Awam di Indonesia

Universiti / Universitas: AirlanggaAndalasBengkuluBrawijayaCendrawasihDiponegoroGadjah MadaHaluoleoHasanuddinIndonesiaJambiJemberJenderal SoedirmanKhairunLambung MangkuratLampungMalikussalehMataramMulawarmanNegeri GorontaloNegeri JakartaNegeri MakassarNegeri MalangNegeri ManadoNegeri MedanNegeri PadangNegeri PapuaNegeri SemarangNegeri SurabayaNegeri YogyakartaNusa CendanaPadjadjaranPalangka RayaPattimuraPendidikan GaneshaPendidikan IndonesiaRiauSam RatulangiSebelas MaretSriwijayaSultan Ageng TirtayasaSumatera UtaraSyiah KualaTadulakoTanjungpuraTerbukaTrunojoyoUdayana
Politeknik: Elektronik SurabayaPerkilangan Bandung (POLMAN)AmbonBaliBandungBanjarmasinJakartaJemberKupangLampungLhokseumaweMakassarMalangManadoMedanPadangPontianakSamarindaSemarangSriwijayaPerikanan TualPerkapalan SurabayaPertanian KupangPertanian Pangkajene KepulauanPertanian PayakumbuhPertanian Samarinda
Sekolah Tinggi: STSI BandungSTSI Padangpanjang
Institut: IPB BogorISI YogyakartaISI DenpasarISI SurakartaITB BandungITS Surabaya

Lihat juga: Institut Pendidikan Tinggi Islam NegeriInstitut Pendidikan Tinggi SwastaInstitut Pendidikan Tinggi Islam SwastaInstitut Pendidikan Tinggi Perkhidmatan