Perbezaan antara semakan "Suku Betawi"

314 bait ditambah ,  4 tahun lalu
k
tiada ringkasan suntingan
k (Bot: Memindahkan 4 pautan interwiki, kini disediakan oleh Wikidata di d:q2900057)
k
|related=[[Suku Jawa|Jawa]], [[Suku Sunda|Sunda]], dan [[Orang Melayu|Melayu]]
}}
'''Suku Betawi''' ialah suku asli daripada kota [[Jakarta]]. Mereka sebenarnya termasuk dalam kategori pendatangsuku baru di Jakarta.[[Indonesia]] Kelompokkarena kelompok etnik ini lahir dari pelbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di [[Jakarta]], seperti orang [[Sunda]], [[Jawa]], [[Arab]], [[Cina]], [[Bali]], [[Sumbawa]], [[Ambon]], dan [[Melayu]]. Ahli Antropologi Universiti Indonesia, Dr Yasmine Zaki Shahab MA menaksir, etnik Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893.
 
Sifat campur-aduk dalam bahasa melayu (Indonesia) dialek Betawi adalah dipengaruhi kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkahwinan berbagai budaya yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara dan juga kebudayaan asing. Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni "Gambang Kromong" yang berasal dari seni muzik Cina, tetapi juga ada [[Rebana]] yang berasal dari tradisi muzik Arab, "Keroncong Tugu" dengan latar belakang Portugis-Arab, dan "Tanjidor" yang berlatar belakangkan [[Belanda]].
 
Secara biologi, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa. Mereka adalah hasil perkahwinan campur antara etnik dan bangsa di masa lalu di [[Jakarta]].
 
Secara adat istiadat, suku Betawi mengikuti nilai-nilai [[Melayu]] dalam pelbagai segi kehidupan seperti bahasa, pakaian, makanan, agama, dll. Betawi dikategorikan sebagai Deutero Melayu.
Seorang budak belian perempuan dari Bali. Diawali oleh orang Sunda, sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam Kerajaan Tarumanegara serta kemudian Pakuan Pajajaran. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari [[Melaka]] di semenanjung Tanah Melayu, bahkan dari [[China]] serta Gujerat di [[India]].
 
==Sejarah==
Seorang budak belian perempuan dari Bali. Diawali oleh orang [[Sunda]], sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam [[Kerajaan Tarumanegara]] serta kemudian [[Pakuan Pajajaran]]. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari [[Melaka]] di semenanjung Tanah Melayu, bahkan dari [[China]] serta Gujerat di [[India]].
 
Waktu '''Fatahillah''' dengan tentara '''Demak''' menyerang '''Sunda Kelapa (1526/27)''', orang Sunda yang membelanya dikalahkan dan mundur ke arah '''Bogor'''. Sejak itu, dan untuk beberapa dasawarsa abad ke-16, Jayakarta dihuni orang '''Banten''' yang terdiri dari orang yang berasal dari '''Demak''' dan '''Cirebon'''. Sehingga JP Coen menghancurkan Jayakarta (1619), orang Banten bersama saudagar Arab dan Tionghoa tinggal di muara Ciliwung. Selain orang Cina, semua penduduk ini mengundurkan diri ke daerah kesultanan Banten waktu Batavia menggantikan Jayakarta (1619).
Antropolog Univeristas Indonesia, Dr Yasmine Zaki Shahab MA menaksir, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Casle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan bancian, di mana dikategorisasikan berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data bancian penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi.
 
Rumah Bugis di bagian utara Jl Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang imulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota. Hasil bancian tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moors, orang Jawa dan Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu. foto pada kartu pos dari awal abad ke 20 menggambarkan rumah-rumah Tiong Hoa di Maester. Jalan ke kiri menuju pasar Jatinegara lama. Sedangkan jalan utama adalah Jatinegara Barat menuju arah selatan.
 
245

suntingan