Spartacus (sekitar 109 SM-71 SM) adalah seorang hamba dan gladiator yang menjadi seorang pemimpin pemberontakan besar terhadap Republik Rom. Tidak banyak yang diketahui mengenainya selain daripada keterlibatannya dalam perang, melainkan dia kemungkinannya seorang Thracia.

Dalam pemberontakan yang dikenali sebagai Perang Abdi Ketiga ini, tenteranya yang terdiri daripada pelarian gladiator dan orang muda bertemu dan beberapa kali memenangi pertempuran melawan tentera Rom sebelum akhirnya tewas kepada tentera pimpinan Crassus. Pemberontakan ini merupakan yang terakhir daripada tiga pemberontakan besar para hamba terhadap Republik Rom.

Asal-usul

sunting

Sumber-sumber kuno sepakat bahawa Spartacus adalah seorang yang berasal dari Thracia. Appian terutamanya menulis beliau adalah "seseorang kelahiran Thracia yang pernah bertugas sebagai seorang pahlawan [kepada pihak] Rom, namun sejak saat itu menjadi tahanan dan dijual untuk menjadi gladiator".[1] Florus (2.8.8) menggambarkannya sebagai salah seorang "tentara bayaran Thracia yang telah menjadi seorang pahlawan Rom, seorang askar, pelarian dan perompak, dan setelah itu dengan kelebihan kekuatannya, menjadi seorang gladiator".[2] Beberapa penulis merujuk kepada keberadaan suku-suku Thracia dari Maedi,[3][4][5] yang mana dalam sejarah menduduki daerah di pinggiran barat daya Thrake (sekarang barat daya Bulgaria).[6][7] Ploutarkhos juga menulis bahawa isteri Spartacus, seorang peramal dari suku Maedi turtu diperhambakan bersamanya.

Keadaan perhambannya

sunting

Menurut sumber yang berbeda dan interpretasi mereka, Spartacus adalah tambahan dari legion Romawi yang kemudian dijadikan hamba, atau tawanan yang diambil oleh legion.[8] Spartacus dilatih di sekolah gladiator (Ludus) milik Lentulus Batiatus berdekatan Capua . Pada tahun 73 SM, Spartacus merupakan salah satu di antara sekelompok gladiator yang merencanakan pelarian. Meskipun terdapat juga segelintir orang yang membocorkan rahsia mengenai rancangan tersebut, sekitar 70[9] orang berhasil merampas barang dan perkakasan dapur, berjuang untuk membebaskan diri dari sekolah gladiator ini serta merampas beberapa gerobak senjata gladiator dan baju besi.[10] Para hamba yang lolos berhasil mengalahkan pasukan kecil yang dihantarkan menangkap merek serta merantau wilayah-wilayah sekitar Capua, merekrut sebanyak mana hamba lainnya ke dalam barisan mereka hingga akhirnya mereka beristirahat di kaki Gunung Vesuvius.[11][12]

Perang hamba Ketiga

sunting

Pihak Republik Rom lambat bertindak balas memandangkan tiadanya lagi legion Rom yang tinggal berikutan mereka sudah ditugaskan untuk pertempuran Quintus Sertorius di Sepanyol dan Perang Mithridates Ketiga. Selain itu juga, pihak Republik menganggap pemberontakan tersebut lebih merupakan masalah keselamatan daripada sebuah perang. Romawi mengirim militia di bawah komando praetor Gaius Claudius Glaber yang mengepung para hamba di gunung dengan harapan bahawa kelaparan akan memaksa para hamba untuk menyerah diri. Mereka terkejut ketika Spartacus memiliki tali yang terbuat dari tanaman merambat, menuruni sisi tebing gunung berapi bersama anak buahnya, menyerang kem askar-askar Romawi yang terdedah dari belakang dan menyerang dan membunuh sebahagian besar dari legion.[13] Para hamba juga mengalahkan ekspedisi kedua, hampir menangkap komandan praetor, membunuh leftenan legion serta merampas kelengkapan tentera mereka.[14] Lebih banyak hamba dan penggembala tertarik dengan kejayaan ini memasuki pasukan Spartacus dengan berbondong-bondong lalu meningkatkan bilangan anggota barisan mereka menjadi berjumlah 70,000 orang.[15]

Dalam perselisihan tersebut, Spartacus ingin membuktikan untuk menjadi pakar taktik unggul dan menunjukkan bahawa beliau memiliki pengalaman ketenteraan yang sebelumnya. Meskipun hamba tidak memiliki pelatihan ketenteraan, mereka menunjukkan penggunaan material lokal yang tersedia dengan terampil dan taktik yang tidak biasa ketika menghadapi tentara Romawi yang terlatih.[16] Mereka menghabiskan musim dingin tahun 73-72 SM untuk melakukan elatihan, memperlengkapi anggota baru mereka, dan memperluas wilayah rampok mereka termasuk kota-kota dari Nola, Nuceria, Thurii dan Metapontum.[17] Jarak antara lokasi tersebut dengan peristiwa-peristiwa berikutnya menunjukkan bahawa para hamba beroperasi dalam dua kelompok yang dikomandoi oleh Spartacus dan Crixus.

Pada musim bunga tahun 72 SM, para hamba meninggalkan perkhemahan musim dingin mereka dan memulakan perjalanan ke utara. Pada saat yang sama, Senat Rom yang merasakan terancam akan kekalahan pasukan Praetoria llau mengirimkan sepasang legion konsuler di bawah komando Lucius Gellius Publicola dan Gnaeus Cornelius Lentulus Clodianus.[18] Dua legion tersebut pada awalnya berhasil mengalahkan 3,000 hamba yang dipimpin oleh Crixus berdekatan Gunung Garganus[19] - namun dua legion itu kemudiannya dikalahkan oleh Spartacus. Kekalahan ini digambarkan dengan cara yang berbeda oleh dua sejarah yang paling komprehensif (yang masih ada) dari perang tersebut oleh Appian dan Ploutarkhos.[20][21][22][23]

Senat menyedari keadaan pemberontakan ini yang semakin lama semakin tidak boleh dibendung, maka mereka menggesa Marcus Licinius Crassus, orang terkaya di Republik Rom memikirkan suatu usaha untuk mengakhiri pemberontakan tersebut. Crassus menugaskan lapan legion yang dianggotai sekitar 40 hingga 50 ribu askar Rom yang terlatih,[24][25] dengan displin yang sekeras-kerasnya.[26] Spartacus dan para pengikutnya dengan alasan yang tidak jelas mundur ke selatan Itali, kembali bergerak ke utara di awal 71 SM, Crassus mengerahkan enam pasukannya di perbatasan daerah dan melepaskan legasinya, Mummius bersama dua legion untuk memanuver di belakang Spartacus. Meskipun diperintahkan untuk tidak melibatkan hamba, Mummius menyerang pada saat yang tepat namun terarah.[27] Setelah itu, legion Crassus memenangi beberapa pertempuran sehingga memaksa Spartacus bergerak menjauh ke selatan melalui Lucania. Pada akhir 71 SM, Spartacus berkhemah di kawasan Rhegium (Reggio Calabria) berdekatan Selat Messina.

Menurut Plutarch, Spartacus membuat tawar-menawar dengan bajak laut Kilikia untuk mengangkut beliau dan sekitar 2,000 anak buahnya ke Sisilia, dimana beliau bermaksud untuk menghasut pemberontakan hamba dan mengumpulkan bala bantuan. Namun beliau dikhianati oleh para bajak laut yang mengambil pembayaran dan kemudian meninggalkan para hamba pemberontak.[27] Sumber kecil menyebutkan bahawa ada beberapa upaya rakitan dan galangan kapal oleh pemberontak sebagai sarana untuk melarikan diri, tetapi Crassus mengambil tindakan untuk memastikan agar pemberontak tidak bisa menyeberang ke Sisilia, dan upaya mereka akhirnya telantar.[28] Pasukan Spartacus kemudian mundur ke arah Rhegium. Para legion Crassus mengikuti dan pada saat kedatangan mereka dibangun benteng di tanah genting di Rhegium, meskipun terdapat serangan dari hamba pemberontak. Para pemberontak berada di bawah pengepungan dan terputus dari pasokan mereka.[29]

Pada saat itu, legion Pompey kembali dari Spanyol dan diperintahkan oleh Senat menuju ke selatan untuk membantu Crassus.[30] Sementara Crassus cemas bahawa kedatangan Pompey akan mengorbankan kreditnya, Spartacus gagal mencoba mencapai kesepakatan dengan Crassus.[31] Ketika Crassus menolak, sebagian dari pasukan Spartacus kabur ke pegunungan di barat Petelia di Bruttium dalam pengejaran oleh legion Crassus.[32] Ketika legion berhasil menangkap sebagian dari pemberontak dan dipisahkan dari tentara utama,[33] pasukan Spartacus yang gagal sebagai kelompok kecil menyerang legion yang mendekat.[34] Spartacus kini membawa balik pasukannya dan seluruh kekuatannya untuk menyerang legion dalam perjuangan terakhir, dimana para hamba diarahkan sepenuhnya, dan sebagian besar dari mereka terbunuh di medan perang.[35] Spartacus terorban dalam pertempuran ini namun jasadnya tidak dapat ditemukan.[36] Enam ribu mangsa yang selamat dari pemberontakan ditangkap oleh legion Crassus segera disalibkan, di mana tahanan yang disalib berjajar sepanjang Jalan Appia dari Rom ke Capua.[37]

Tujuan

sunting

Sejarawan klasik membagi mengenai apa sebenarnya motif Spartkcus. Ploutarkhos menulis bahawa Spartacus hanya ingin melarikan diri ke utara menuju Gaul Cisalp dan membubarkan anak buahnya kembali ke rumah mereka, seperti yang digambarkan pada film tahun 1960, "Spartacus",[38] Appian dan Florus menulis bahawa beliau bermaksud untuk masuk dalam barisan Romawi.[39] Appian juga menyatakan bahawa beliau kemudian meninggalkan tujuannya, yang tidak lebih dari sebuah refleksi dari ketakutan Romawi. Tidak ada tindakan Spartacus yang menunjukkan bahawa beliau bertujuan untuk mereformasi masyarakat Romawi atau menghapuskan perbudakan.

Terdapat beberapa peristiwa di akhir 73 SM dan awal 72 SM yang menunjukkan beberapa kelompok memperkerjakan hamba secara bebas[40] serta sebuah pernyataan oleh Ploutarkhos bahawa beberapa hamba yang melarikan diri lebih cenderung mahu menyerang Itali daripada melarikan diri ke Pergunungan Alpen,[38] maka para penulis sejarah moden telah menyimpulkan bahawa adanya perpecahan puak antara mereka, yakni antara puak yang berada di bawah Spartacus ingin melarikan diri ke atas Pergunungan Alpen untuk kebebasan, dan mereka yang setia di bawah Crixus yang ingin kekal di selatan Itali untuk terus merompak dan menyerang.

Rujukan

sunting
  1. ^ Appian, Civil Wars 1.116
  2. ^ Florus, Epitome of Roman History 2.8
  3. ^ The Histories, Sallust, Patrick McGushin, Oxford University Press, 1992, ISBN 0-19-872143-9, p. 112.
  4. ^ Annuaire de l'Université de Sofia, Faculté d'histoire, Volume 77, Issue 2, 1985, p. 122.
  5. ^ The Spartacus war, Barry S. Strauss, Simon and Schuster, 2009, ISBN 1-4165-3205-6, p.31.
  6. ^ The Cambridge Ancient History: part 1. The prehistory of the Balkans; and the Middle East and the Aegean world, tenth to eighth centuries B.C, Cambridge University Press, 1982, hal. 601.
  7. ^ The Assyrian and Babylonian empires and other states of the Near East, from the eighth to the sixth centuries B.C., Volume 3, John Boardman, Cambridge University Press, 1991, ISBN 0-521-22717-8, hal. 601.
  8. ^ Appian, Civil Wars, 1:116; Plutarch, Crassus, 8:2. Note: Spartacus's status as an auxilia is taken from the Loeb edition of Appian translated by Horace White, which states “…who had once served as a soldier with the Romans…”. However, the translation by John Carter in the Penguin Classics version reads: “…who had once fought against the Romans and after being taken prisoner and sold…”.
  9. ^ However, according to Cicero (Ad Atticum VI, ii, 8) at the beginning his followers were much less than 50.
  10. ^ Plutarch, Crassus, 8:1–2; Appian, Civil Wars, 1:116; Livy, Periochae, 95:2; Florus, Epitome, 2.8. Plutarch claims 78 escaped, Livy claims 74, Appian “about seventy”, and Florus says “thirty or rather more men”. “Choppers and spits” is from Life of Crassus.
  11. ^ Plutarch, Crassus, 9:1.
  12. ^ Appian, Civil Wars, 1:116; Florus, Epitome, 2.8.
  13. '^ Plutarchwe46', Crassus, 9:1–3; Frontinus, Stratagems, Book I, 5:20–22; Appian, Civil Wars, 1:116; Broughton, Magistrates of the Roman Republic, p. 109.
  14. ^ Plutarch, Crassus, 9:4–5; Livy, Periochae , 95; Appian, Civil Wars, 1:116; Sallust, Histories, 3:64–67.
  15. ^ Plutarch, Crassus, 9:3; Appian, Civil War, 1:116.
  16. ^ Frontinus, Stratagems, Book I, 5:20–22 and Book VII:6.
  17. ^ Florus, Epitome, 2.8.
  18. ^ Appian, Civil Wars, 1:116–117; Plutarch, Crassus 9:6; Sallust, Histories, 3:64–67.
  19. ^ Appian, Civil Wars, 1:117; Plutarch, Crassus 9:7; Livy, Periochae 96.
  20. ^ Appian, Civil Wars, 1:117.
  21. ^ Plutarch, Crassus, 9:7.
  22. ^ Spartacus and the Slave Rebellion
  23. ^ Shaw, Brent D. (2001). Spartacus and the slave wars: a brief history with documents. Palgrave Macmillan. ISBN 0312237030.
  24. ^ Plutarch, Crassus 10:1.
  25. ^ Appian, Civil Wars, 1:118; Smith, A Dictionary of Greek and Roman Antiquities, "Exercitus", hal. 494.
  26. ^ Appian, Civil Wars, 1:118.
  27. ^ a b Plutarch, Crassus, 10:1–3.
  28. ^ Florus, Epitome, 2.8; Cicero, Orations, "For Quintius, Sextus Roscius...", 5.2
  29. ^ Plutarch, Crassus, 10:4–5.
  30. ^ Contrast Plutarch, Crassus, 11:2 with Appian, Civil Wars, 1:119.
  31. ^ Appian, Civil Wars, 1:120.
  32. ^ Appian, Civil Wars, 1:120; Plutarch, Crassus, 10:6.
  33. ^ Plutarch, Crassus, 11:3; Livy, Periochae, 97:1. Bradley, Slavery and Rebellion. hal. 97; Plutarch, Crassus, 11:4.
  34. ^ Plutarch, Crassus, 11:5;.
  35. ^ Appian, Civil Wars, 1:120; Plutarch, Crassus, 11:6–7; Livy, Periochae, 97.1.
  36. ^ Appian, Civil Wars, 1:120; Florus, Epitome, 2.8.
  37. ^ Appian, Civil Wars, 1.120.
  38. ^ a b Plutarch Crassus, 9:5–6.
  39. ^ Appian, Civil Wars, 1:117; Florus, Epitome, 2.8.
  40. ^ Plutarch, Crassus, 9:7; Appian, Civil Wars, 1:117.