Aang ialah watak animasi bagi Avatar: The Last Airbender. Jurualih suaranya ialah Zach Tyler Eisen, namun pernah diganti oleh Mitchel Musso pada episod plot yang tidak ditayangkan. Aang merupakan seorang rahib kecil berusia 112 tahun yang berasal dari kaum pengembara udara (air nomad). Dalam cerita, ia merupakan seseorang yang bergelar “Avatar”. Kendati diceritakan bahwa ia berusia 112 tahun, Aang sebenarnya berusia 12 tahun, namun kehidupannya sempat tertunda selama 100 tahun, dan dalam filem, Aang muncul sebagai budak berusia 12 tahun. Aang mempunyai teman bernama Katara, Sokka, Toph (yang muncul di musim kedua), dan dua haiwan peliharaan bernama Momo dan Appa. Bersama dengan teman-temannya, Aang berpetualang agar mampu menguasai empat elemen dan mengalahkan Raja Api untuk membawa kembali kedamaian di muka bumi.

Aang
Watak Avatar: The Last Airbender
Kemunculan pertama 01: The Boy in the Iceberg
Dicipta oleh Michael Dante DiMartino dan Bryan Konietzko
Dilakonkan oleh Zach Tyler Eisen (suara)
Informasi
GelaranAvatar
JantinaLelaki
KewarganegaraanAir Nomad
Aang dan rakannya
Ang dan Zuko berlawan

Aang berkepala botak sebagai ciri-ciri seorang rahib dari kaum pengembara udara. Di kepalanya ada tatto biru berbentuk panah, sebagai lambang pengendali udara. Ia berasal dari kuil udara selatan dan diasuh oleh seorang rahib bernama Gyatso. Seluruh kaumnya musnah setelah ia kabur karena mendengar bahwa dirinya akan dipisahkan oleh Gyatso demi mendalami ilmu sebagai seorang Avatar. Dalam masa pelariannya, Aang mengalami kecelakaan sehingga tidak sedar diri untuk waktu yang sangat lama. Setelah bertahun-tahun, Aang ditemukan oleh Katara dan Sokka, dua orang remaja dari suku air selatan, dalam sebuah bongkahan ais. Aang ternyata melewati masa 100 tahun, iaitu pada masa peperangan antara Bangsa Api dengan tiga bangsa lainnya.

Setelah meninggalkan kutub selatan untuk menyelamatkan suku di sana dari kehancuran yang diakibatkan oleh Putera Zuko, Aang bersahabat dengan Katara dan Sokka yang menemaninya dalam perjalanannya yang panjang menuju kutub utara demi mencari ilmu pengendalian air untuk menjadi seorang ahli pengendali air. Selama perjalanannya banyak rintangan yang ditemui, namun pada akhirnya Aang berhasil mencapai kutub utara dan menjadi pengendali air. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanannya mencari ilmu pengendalian bumi untuk menjadi ahli pengendali bumi.

Sejarah سجاره

sunting

Ketika Aang masih kecil, ia tidak tahu bahawa ia sebenarnya seorang Avatar ketika ia memilih empat mainan tertentu di antara ribuan mainan lainnya. Empat mainan tersebut adalah: seruling kura-kura dari tanah liat (Air), baling-baling yang digerakkan dengan benang (Udara), babi-monyet dari kayu (Tanah), dan genderang tangan dari kayu (Api) [1]. Keempat mainan tersebut merupakan mainan yang sama dengan yang dipilih Avatar dari generasi sebelumnya ketika masih kanak-kanak. Ini merupakan prosedur yang sama dengan yang dilakukan oleh anak-anak Buddha di Tibet untuk menguji apakah ia merupakan reinkarnasi Tulku Lama. Menurut buku “Keajaiban dan Misteri di Tibet” karya Alexandra David-Néel, “beberapa benda seperti misalnya jimat, peralatan upacara, buku, cangkir teh,[2] dan lain-lain ditaruh bersama-sama, dan sang anak akan mengambil benda-benda, yang mana merupakan kepunyaan Tulku terdahulu, dan hal tersebut menunjukkan bahwa ia mengenali ingatannya pada kehidupannya yang terdahulu”[3].

Aang hidup di kuil udara selatan, di bawah asuhan Rahib Gyatso. Hidupnya berubah setelah ia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang Avatar yang harus mempelajari empat elemen dan membawa kedamaian di dunia. Biasanya seorang anak diberitahu bahwa ia adalah seorang Avatar ketika berusia 16 tahun, namun para rabib khawatir bahwa perang sudah di ambang pintu sehingga kehadiran Avatar diperlukan secepatnya untuk mengembalikan keseimbangan dunia.

Rahib Gyatso, yang mengasuh dan mendidik Aang, menginginkan agar Aang tumbuh seperti anak biasa, namun rahib lainnya tidak setuju. Mereka ingin mengirim Aang ke kuil udara timur untuk mendalami ilmu sebagai seorang Avatar. Aang yang tidak siap menerima kenyataan, kabur dari rumahnya menuju kutub selatan. Ia mengendarai banteng terbangnya yang bernama Appa. Di tengah perjalanan, mereka diserang badai. Aang kemudian berada dalam “keadaan Avatar”. Dengan kemampuannya mengendalikan udara, Aang membungkus dirinya bersama Appa dengan sebuah gelembung udara yang kemudian membeku menjadi bongkahan ais selama seratus tahun.

Lihat juga ليهت جوݢ

sunting

Pautan luar ڤاءوتن لوار

sunting