Perbezaan antara semakan "Raja permaisuri"

5,279 bait ditambah ,  2 bulan lalu
Pengembangan besar hasil pengembalian dan penyejagatan kandungan bahasa Melayu Indonesia
(Pengembangan besar hasil pengembalian dan penyejagatan kandungan bahasa Melayu Indonesia)
'''Raja permaisuri''',<ref>{{Cite web|url=http://prpmv1.dbp.gov.my/Search.aspx?k=raja+permaisuri|title=DBP: Istilah "Raja permaisuri"|last=|first=|date=|website=Pusat Rujukan Persuratan Melayu|archive-url=|archive-date=|dead-url=|access-date=24 Januari 2019}}</ref> '''permaisuri''', (daripada bahasa Sanskrit परमेश्वरी (parameśvarī, "wanita tertinggi")) atau '''ratu damping''' adalah seorang isteri kepada [[raja]]sesebuah ataupenguasa [[sultan]]kerajaan yang bertakhta. Kuasa permaisuri terhad dan lebih ke arah istana, rakyat jelata dan wanita. Iniberbanding berbezadengan denganperanan [[Ratu]] yang lebih berkuasa memerintah. Sebagai contoh ialah [[Tuanku Nur Zahirah|Raja Permaisuri Nur Zahirah]], [[Raja Permaisuri Agong]] bagi Yang di-Pertuan Agong Malaysia 2007-2012. Permaisuri juga bahasa istana bagi isteri. Bagi sesetengah negeri di Malaysia dan juga Brunei, gelaran permaisuri tidak digunakan dan digantikan dengan Raja Perempuan, Raja Ampuan, Raja Isteri, Sultanah, dan sebagainya.
 
== Peristilahan ==
Gelaran permaisuri adakalanya digantikan dengan:
 
* Raja Perempuan - di [[Perlis]] dan [[Kelantan]], [[Brunei]]
* Raja Ampuan
* Raja Isteri - di Brunei
* Sultanah - di [[Kelantan]]
 
== Kelaziman ==
 
=== Di Malaysia ===
Dalam kebudayaan [[Melayu]] ([[Indonesia]], [[Malaysia]], dan sekitarnya), gelar permaisuri digunakan untuk merujuk pada isteri utama penguasa monarki yang berjantina lelaki, baik [[raja]] mahupun [[sultan]]. Sebagaimana kedudukan permaisuri yang lebih tinggi dari pasangan raja yang lain, anak-anak raja dan permaisuri juga memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari anak-anak dari pasangan raja yang lain. Hal ini menjadikan putra-putra permaisuri biasanya didahulukan untuk menjadi pewaris tahta.
 
=== Di Brunei ===
 
== Peranan setaraf ==
 
=== Asia Timur ===
Sebagaimana di kebudayaan Melayu, monarki di Asia Timur juga memiliki kedudukan yang dapat disejajarkan dengan permaisuri. Dikarenakan maharaja lebih tinggi kedudukannya dari raja, permaisuri maharaja (atau "[[maharani]]") juga berkedudukan lebih tinggi dari permaisuri raja. Gelar untuk permaisuri raja ditulis dengan dua aksara Cina 王妃 dan dibaca ''ōhi'' di Jepun dan ''wangbi'' di Korea, sedangkan gelar untuk permaisuri maharaja ditulis dengan huruf 皇后 dan dibaca ''huánghòu'' dalam bahasa Cina, ''hwanghu'' dalam bahasa Korea, dan ''kōgō'' dalam bahasa Jepun. Permaisuri tidak hanya bertindak sebagai isteri utama raja atau maharaja, tetapi juga sebagai "Ibu Negara" (國母, ''Guómǔ'').
 
Hampir semua dinasti penguasa di Cina mensyaratkan kedudukan permaisuri hanya diisi oleh satu orang, kecuali pada masa [[Dinasti Yuan]] dan pada masa [[Maharaja Xuan]] dari [[Dinasti Zhou]] Utara. Sebagaimana di China, posisi permaisuri di Korea juga hanya dapat diisi satu orang dalam satu waktu. Pada awalnya, seorang selir dapat naik tingkat menjadi permaisuri saat posisi permaisuri kosong. Namun mulai tahun 1701, dikeluarkan keputusan untuk melarang para selir naik menjadi permaisuri raja. Pada tahun 1897, [[Gojong dari Korea|Raja Gojong]] menyatakan dirinya sebagai maharaja dan mengubah [[Dinasti Joseon|Kerajaan Joseon]] menjadi sebuah kekaisaran yang berumur singkat, yakni hanya sampai tahun 1910. Pada masa itu, [[Permaisuri Sunjeong|Sunjeong]] merupakan satu-satunya wanita yang menjadi permaisuri maharaja secara resmi saat masih hidup. Wanita lain dianugerahi gelar permaisuri maharaja secara anumerta.
 
Di Jepun, seorang maharaja hanya dapat memiliki satu permaisuri sampai pada [[zaman Heian]]. Setelahnya, maharaja dapat memiliki dua permaisuri, satu permaisuri bergelar ''kōgō'', sedangkan yang lain bergelar ''chūgū'' (中宮). Larangan berpoligami mulai diperkenalkan pada masa Restorasi Meiji, menjadikan [[Kaisar Meiji|maharaja Meiji]] sebagai maharaja terakhir yang memiliki lebih dari satu isteri.
 
=== Eropa ===
Di Eropa, gelar kebangsawanan memiliki bentuk pria dan wanita, seperti gelar bahasa Inggris "''prince''–''princess''", "''king''–''queen''", dan "''emperor–empress''". Dalam konteks penguasa monarki, biasanya seorang permaisuri menyandang gelar yang sama sebagaimana pemimpin monarki wanita. Di [[Britania Raya|Inggris Raya]], gelar ''queen'' dapat digunakan untuk penguasa monarki wanita (contoh: [[Elizabeth II dari Britania Raya|Elizabeth II]]) dan permaisuri raja (contoh: [[Elizabeth Bowes-Lyon|Elizabeth Boweys-Lyon]]).
 
Biasanya isteri seorang raja akan dimahkotai sebagai permaisuri. Namun wacana terhangat di Inggris Raya terkait pewarisan tahta adalah terkait kedudukan Camilla, isteri Pangeran Charles. Beberapa pihak menyatakan bahwa saat [[Charles dari Wales|Charles]] naik tahta sebagai raja, [[Camilla, Adipati Cornwall|Camilla]] tidak akan menerima gelar ''queen'' sebagai para permaisuri sebelumnya, tetapi akan menyandang gelar ''princess consort'' atau setara dengan puteri.
 
Bagaimanapun, dalamDalam sesetengah keskeadaan, permaisuri yang kematian rajanya (yakni [[permaisuri balu]] dan [[bonda ratu]]) boleh menjadi [[pemangku raja]] kepada putera-puteri baginda yang masih kecil. Sebagai contoh:
 
Bagaimanapun, dalam sesetengah kes, [[permaisuri balu]] dan [[bonda ratu]] boleh menjadi [[pemangku raja]] kepada putera-puteri baginda yang masih kecil. Sebagai contoh:
* [[Anne dari Kiev]], permaisuri [[Henry I dari Perancis]]
* [[Marie de' Medici]], bonda [[Louis XIII dari Perancis]]
* [[Mary dari Guise]], bonda [[Mary, Ratu Scots]]
 
=== Timur Tengah ===
Kedudukan isteri penguasa monarki pria di Timur Tengah bermacam-macam, tergantung adat dan hukum di tiap negara. [[Arab Saudi]] tidak memberikan gelar resmi yang dapat disepadankan dengan permaisuri bagi isteri-isteri Raja Saudi. Di [[Jordan]], isteri raja dianugerahi gelar ''malikah'' (ملكة) dan gelar ini juga dapat digunakan oleh seorang ratu dalam konteks seorang penguasa monarki. Di [[Maroko]], permaisuri raja dianugerahi gelar ''amirah'' (أميرة), gelar yang sama dengan yang disandang oleh puteri.
 
Pada masa [[Mesir Kuno]], isteri utama dari [[firaun]] pria bergelar ''ḥmt nswt wrt'', yang dapat disejajarkan dengan permaisuri. Pada masa [[Kesultanan Utsmaniyah|Kekaisaran Utsmani]], pada umumnya para pasangan sultan memiliki kedudukan yang cenderung setara. Namun pada abad keenam belas, pasangan utama sultan dianugerahi gelar ''[[haseki sultan]]'', gelar yang dapat disejajarkan dengan permaisuri.<ref name=":0">{{Cite book|title=The Imperial Harem: Women and Sovereignty in the Ottoman Empire|last=Peirce|first=Leslie P.|publisher=Oxford University Press|year=1993|isbn=0-19-508677-5|location=New York|pages=}}</ref> Pemegang gelar ini memiliki tingkat superioritas yang jauh mengungguli pasangan sultan yang lain, terlihat dari perbandingan pendapatan berkala yang diperoleh. Awalnya gelar ini hanya disandang satu orang saja di tiap masa, tetapi lama-kelamaan gelar ini disandang banyak wanita dalam satu masa, dan kemudian tidak lagi digunakan pada abad kedelapan belas. Setelah tidak digunakannya kembali gelar ''haseki sultan'', kedudukan para pasangan sultan kembali cenderung setara tanpa perbedaan status yang mencolok.
 
== Lihat juga ==
* [[Permaisuri (catur)]]
*[[Ratu]]
* [[Bandar Permaisuri]], Terengganu
 
==Rujukan==
20,026

suntingan