Suku Dayak adalah salah satu kelompok terbesar dan tertua yang mendiami Kalimantan[2]. Istilah Dayak dicipta oleh pengembara barat kerana terdapat lebih 400 suku yang mempunyai budaya, dialek, wilayah dan undang-undang adat tersendiri di borneo, walaupun ciri utama mereka dapat dikenal pasti. Ciri-ciri ini adalah rumah panjang, rumah tinggi, hasil budaya material seperti tembikar, mandau, sumpit beliong (kapak) pandangan terhadap alam, mata pencarian (sistem perladangan) dan seni tari. Hari ini suku bangsa yang dikenali sebagai Dayak terbagi kepada beberapa sub etnik, Kenyah-Kayan-Bahau, Ot Danum, Iban, Murut, dayak malayik(melayu kalimantan dan sarawak) , melanau, Klemantan dan Punan. Suku Dayak mempercayai animisme, tetapi ramai juga yang memeluk agama Kristian dan Islam[3]. Dianggarkan populasi bangsa Dayak dalam lingkungan 14 juta di seluruh Sabah, Brunei, Sarawak, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dayak
Dayaks in their war dress.jpg
Dayaks in their war dress (Bahasa Melayu: Orang Dayak dalam pakaian perang mereka), karya F. Boyle, Illustrated London News, 1864
Jumlah populasi
(14 juta (2/3 daripada jumlah penduduk Borneo))
Kawasan ramai penduduk
Indonesia, Malaysia, Brunei
Bahasa
Bahasa Dayak, Bahasa Banjar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu
Agama
Indonesia
Gereja Katolik (32.5%), Islam (31.6%), Protestan (30.2%), Kaharingan (4.8%)[1]
Kumpulan etnik yang berkaitan
Ahe, Banjar, Barito, Benuaq, Berawan, Bidayuh, Bukitan, Iban, Iban Mualang, Iban Embaloh, Ida'an, Kayan, Kedayan, Kelabit, Kendayan, Kenyah, Kejaman, Kwijau, Lun Bawang, Lun Dayeh, Lotud, Maloh, Melanau (-Kajang), Murut, Ngaju, Penan, Punan Ba, Rajang, Selakau, Sepan, Taman, Tanjung, Tidong, Ukit,

Asal usul suku DayakSunting

Dayak adalah gelaran yang dicipta oleh pengembara british dan belanda untuk orang-orang yang mendiami kepulauan borneo untuk membezakan mereka dari entik-etnik dikepulauan lain seperti sumatera. Berbeza dengan saudara mereka di filipina, orang-orang filipina tidak digelar dayak oleh pengembara british dan belanda. Nenek moyang orang Dayak dipercayai berasal dari kelompok austronesia yg bermigrasi dari pentas sunda pada 3000tahun lalu melalui sungai mekong ke wilayah yang sekarang ini digelar yunnan berdasarkan teori migrasi penduduk ke Kalimantan. Mikhail Coomans (1987: 3) menyatakan: …semua suku bangsa Daya termasuk pada kelompok yang bermigrasi secara besar-besaran dari daratan Asia. Suku bangsa Daya merupakan keturunan daripada imigran yang berasal dari wilayah yang kini disebut Yunnan di Cina Selatan. Dari tempat itulah kelompok kecil mengembara melalui kepulauan taiwan menuju ke kepulauan filipina untuk memasuki pulau-pulau di Indonesia. Perpindahan itu tidak begitu sulit, kerana pada zaman glazial (zaman ais) permukaan laut sangat turun (surut), sehingga dengan perahu-perahu kecil sekalipun mereka dapat menyeberangi perairan yang memisahkan pulau-pulau itu. }}

Adalah dipercayai bahawa penduduk Yunnan pada masa itu melakukan perpindahan untuk mencari tempat yang dianggap paling dapat memberikan kebebasan bergerak untuk mencari nafkah, khususnya untuk berladang dan berburu. Rupanya perpindahan itu tidak hanya sekali terjadi, tetapi berlangsung secara bertahap, seperti dikatakan Coomans (1987:3):

{{cquote| Kelompok-kelompok pertama yang masuk wilayah Kalimantan ialah kelompok Negrid dan [[Weeddid] papua. Kemudian disusul oleh kelompok yang lebih besar, yang disebut Melayuaustroasiatik 3000-4300 tahun dahulu, 300 tahun lebih awal sebelum kedatangan kelompok austronesia orang-orang dayak ke Malay archipelago.

Lebih lanjut disebutkan bahawa, “Sekitar lima ratus tahun sebelum Masehi berlangsung lagi suatu perpindahan besar dari daratan Asia ke pulau-pulau Indonesia. (Coomans 1987: 4).

Mengikut catatan (1860: 231) Orang austronesia (dayak) juga memilih untuk mendiami kawasan pantai di selatan filipina, sama seperti austroasiatik (Melayu) mendiami kawasan pantai kedah tua, tanah melayu khususnya, sarawak, sumatera dan Brunei. Migrasi Orang-orang dayak berasal dr selatan filipina sebelum memasuki kalimantan dan kemudiannya memasuki wilayah kesultanan brunei melalui kapuas. Berbeza dengan suku kaum iban, dayak bidayuh, melanau, melayik,penan, kenyah, kayan dan lain2 merupakan salah satu etnik dayak terawal mendiami borneo sebelum migrasi entik iban ke kalimantan.

RujukanSunting

Bacaan lanjutSunting

  1. ^ Ananta, Aris; Arifin, Evi; Hasbullah, M.; Handayani, Nur; Pramono, Wahyu (2015). Demography of Indonesia's Ethnicity. Singapore: ISEAS Publishing. m/s. 272. ISBN 978-981-4519-87-8. Dicapai pada 8 May 2020.
  2. ^ Ethnologue report for ISO 639 code: day
  3. ^ The Dynamics of Conversion: the Islamisation of the Dayak peoples of Central Kalimantan1 (PDF)